Sabtu, 18 Agustus 2018 |
Peristiwa

PT. EWF Pecat 11 Karyawan Tanpa Beri Pesangon

Selasa, 20 Maret 2018 20:04:28 wib
ilustrasi/google.co.id

JAMBIDAILY MUARASABAK - PT.Era Wira Forestama (EWF), melakukan pemecatan terhadap 11 karyawannya. Celakanya, perusahaan perkebunan Kelapa Sawit yang berada di Desa Merbau, Kecamatan Mendahara ini tidak memberikan pesangon kepada karyawan yang dipecatnya tersebut.

Akibatnya, karyawan yang dipecat meminta agar perusahaan memberikan haknya jika memang tidak dibutuhkan lagi.

"jangan kan pesangon, mau minta tolong agar barang-barang pribadi kami seperti pakaian, piring dibawakan keluar dari camp (areal perkebunan) tidak boleh," ungkap Rini, salah satu mandor yang dipecat.

Dijelaskannya, dirinya dipecat karena dituduh menjual pupuk perusahaan. Sementara rekan-rekannya yang lain dipecat karena melakukan perjudian di camp. Tapi ada juga karyawan yang dipecat tanpa alasan yang jelas. 

"Cukup banyak yang dipecat, termasuk manager dan operator alat berat," jelasnya.

Yang menjadi persoalan, lanjutnya, saat pemecatan itu mereka dipaksa menandatangani surat pengunduran diri dan dilarang melakukan penuntutan. Dalam pemaksaan itu, karyawan yang dipecat disuruh memilih apakah ingin menandatangani surat pengunduran diri atau diserahkan ke pihak yang berwajib atas tuduhan penjualan pupuk dan perjudian.

Makanya, hingga saat ini pihaknya belum melaporkan kejadian ini ke Dinas Ketenaga Kerjaan Tanjabtim, karena adanya surat yang telah mereka tandatangani. 

"Bingung juga, karena kami sudah nandatangani surat pengunduran diri. Tapi, surat itu kan kita tanda tangani atas paksaan," tegasnya.

Tidak jauh berbeda apa yang disampaikan M. Sobri, operator yang dipecat. Dirinya juga menandatangani surat pengunduran diri, karena managernya dan semua putra daerah dipecat. Padahal, mereka sudah bekerja diatas lima tahun. 

"Putra daerah juga dipecat, jadi mau bagaimana lagi, memang kata personalia tidak masuk dalam daftar yang dipecat. Tapi kan manager kami juga dipecat, makanya saya juga ikut nandatangani surat," tambahnya.

Sementara itu, Kadis Nakertras Tanjabtim, Mariontoni mengakui adanya laporan pemecatan 11 karyawan di PT. EWF. Hanya saja, dirinya belum mengetahui alasan pemecatan. Karena pelapor saat dipanggil untuk klarifikasi tidak memenuhi panggilan Disnakertrans. 

"Nanti kita akan panggil lagi, kita akan pinta keterangan dan pihak perusahaan juga akan kita minta klarifikasi," singkatnya.(*)

Penulis: Hendri R

KOMENTAR DISQUS :

Top