Jumat, 28 Februari 2020 |
Pendidikan & Teknologi

Pungutan Sekolah di Batanghari Masih Terjadi ???

Selasa, 04 Oktober 2016 18:58:11 wib
Ilustrasi (google.co.id)

JAMBIDAILY PENDIDIKAN-Meski Bupati Batanghari, Ir Syahirsah Sy telah menegaskan tidak ada pungutan di sekolah, namun masih saja ada sekolah yang melakukan pungutan.

Seperti yang terjadi di SMPN 3 Batanghari harus mengambil jalan pintas untuk kepentingan sekolah dengan melakukan pungutan, Rp 10 ribu per siswa.

Kepsek SMPN 3 Batanghari, Sri Harnita melalui Waka Kurikulum, Ernawati, Selasa 04 Okteber 2016, mengakui, memang ada pungutan sebesar Rp 10 ribu per siswa tersebut.

“Benar ada pungutan sebesar Rp 10 ribu per siswa. Itu untuk siswa juga, bukan untuk guru. Untuk anak,”tegas Ernawati berulang-ulang.

Dia beralasan pungutan tersebut dilakukan untuk menutupi kekurangan biaya untuk lomba sekolah sehat.

"Dana tersebut untuk mengcover persiapan lomba sekolah sehat. Maka dari itu untuk menutupi meja siswa dengan perlak mengambil pungutan kepada siswa. Kalau dari dana BOS untuk lomba sekolah sehat tidak tercover. Karena masih banyak kegiatan lain yang juga berjalan di SMPN 3 Batanghari,”jelasnya.

Pungutan tersebut juga merupakan hasil musyawarah dari komite.

“Notulen rapatnya masih dikomite. Disekolah belum ada. Semua itu disepakati komite,”tandasnya.

Lebih jauh dikatakannya, siswa yang dipungut merupakan siswa kelas tujuh dan delapan. Jumlah siswanya kurang lebih 700 siswa.

Ketika ditanya soal adanya pungutan untuk membuat seragam guru, Dia menyatakan, bukan merupakan kesepakatan guru.

 “Itu bukan kesepakatan guru. Selain itu, kami kan ada kantin sekolah yang dikenakan pajak sekolah senilai Rp 2 juta, nanti dari hasil tersebut bisa dibuatkan seragam guru,”pungkasnya.(*)

Penulis   : Syahreddy
Editor    : Hery FR

KOMENTAR DISQUS :

Top