Selasa, 21 Agustus 2018 |
Ekonomi

PUPR Termasuk Penyumbang Silpa Terbesar di Tanjabtim

Kamis, 02 Agustus 2018 20:45:55 wib
ilustrasi

JAMBIDAILY MUARASABAK - Berdasarkan hasil Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Bupati Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Tahun Anggaran 2017 pada pada sidang Paripurna lalu tercatat, Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) Tanjabtim mencapai sebesar Rp 119 miliar.

Angka Silpa yang cukup fantastis tersebut, meningkat tajam bila dibandingkan dengan tahun 2016 lalu yakni hanya sebesar Rp 86 milyar. Dalam hal ini, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUPR) Tanjabtim salah satu dinas penyumbang terbesar.

Kabid Keuangan Badan Keuangan Daerah Tanjabtim, Reza Pahlevi mengatakan selain Dinas PUPR, Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan Tanjabtim sebagai penyumbang silpa tertinggi.

"Khusus untuk dinas PUPR Silpa berasal dari belanja langsung yakni sebesar 14,6 miliar, ada beberapa kegiatan fisik dan perencanaan jalan dan jembatan yang tak terealisasi dan bersisaan anggaran yang cukup signifikan," katanya (1/8/2018) kemarin.

Sementara Silpa di Dinas Pendidikan itu berasal dari anggaran belanja tidak langsung yakni sebesar Rp 11,9 miliar yang terdiri dari dana sertifikasi dan tunjangan kinerja guru yang tidak terserap. 

"Dan terakhir itu dinas kesehatan, Dinas Kesehatan termasuk dinas terendah dalam menyerap anggaran dan penghasil Silpa sebesar Rp 6,8 miliar,"ucapnya.

Menanggapi hal ini, pemerhati kebijakan publik Tanjabtim, Ari Suryanto mengatakan Silpa APBD 2017 yang menembus angka Rp 119 miliar itu harus menjadi perhatian bersama dan sudah seharusnya Bupati bisa melakukan evaluasi kinerja bawahannya tersebut.

"Sebagaimana diketahui silpa ini juga sempat dipertanyakan oleh dua fraksi di DPRD Tanjabtim yakni, Fraksi PDI Perjuangan dan Fraksi Bintang Indonesia ketika rapat paripurna beberapa waktu lalu,"tegasnya.

Dalam sidang paripurna lanjutan Pemkab Tanjabtim beberapa waktu lalu, beralasan bahwa Silpa ratusan milyar yang terjadi pada 2017 disebabkan oleh over target penerimaan daerah dan efesiensi belanja.

Untuk over target penerimaan daerah sebesar Rp 53 milyar lebih.
Dengan rincian over target PAD sebesar Rp 6 milyar lebih over target dana perimbangan Rp 42 milyar lebih, dan over target pendapatan lain yang sah sebesar Rp 3 milyar lebih.

Selain dikarenakan over target penerimaan daerah, silpa tahun anggaran 2017 juga disebabkan efesiensi belanja sebesar Rp 65,9 milyar, dengan rincian sisa belanja tidak langsung mencapai Rp 28 milyar lebih dan sisa belanja langsung sebesar Rp 37 milyar lebih. 

Penulis : Hendri Rosta
Editor : Hendry Noesae

KOMENTAR DISQUS :

Top