Senin, 22 April 2019 |
Peristiwa

Rakornas I KAHMI Ricuh, Ini Penyebabnya

Sabtu, 24 November 2018 11:45:03 wib

JAMBIDAILY Peristiwa - Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) I, Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) di Provinsi Jambi yang diselenggarakan di Abadi Convention Center, Sabtu Pagi (24/11/2018) sempat ricuh.

Kericuhan terjadi saat Wakil Presiden RI Jusuf Kalla meninggalkan gedung diselenggarakannya acara tersebut. 

Diduga, kericuhan berawal dari seorang pembawa acara (MC) bernama Nani yang berasal dari protokol Pemerintah Provinsi Jambi (Pemprov Jambi), melakukan beberapa kesalahan yang dinilai fatal bagi para alumni dan kader HMI.

Tidak hanya sekali, peserta menilai ada dua kesalahan sehingga dianggap fatal bagi keluarga besar KAHMI yang hadir dari Sabang sampai Merauke.

Menurut salah satu panitia, Muhammad Suaib, puncak kesalahan fatal MC adalah saat salah mengucapkan salam penutup yang membuat kericuhan ini terjadi.

Suara gaduh menyoraki MC keluar dari seluruh peserta Rakornas. Bahkan ada pria yang memaki-maki MC karena dianggap menodai acara Rakornas.

"Kesalahan MC yang pertama, yakni salah mengucapkan akronim dari nama HMI. MC menyebut HMI, yaitu Himpunan Mahasiswa Indonesia, padahal sebenarnya Himpunan Mahasiswa Islam," katanya.

Mulanya, keluarga besar HMI yang hadir mentolerir kesalahan tersebut. Namun, yang membuat kesalahan MC dianggap fatal dan menimbulkan reaksi berontak oleh para peserta hingga nyaris ricuh, yaitu saat MC melafalkan salam penutup. MC mengucapkan Wallahul Muwafiq Ila Aqwamith Thoriq. Itu mengundang sorakan dari peserta yang hadir karena ucapan khas HMI adalah Wabillahi Taufiq Wal Hidayah.

Atas kesalahan tersebut, pihaknya menuntut pihak Pemprov Jambi atau MC meminta maaf kepada pihak KAHMI. "Kita cari solusi terbaiklah. Ya baiknya yang bersangkutan meminta maaf kepada KAHMI," harap Suaib.

Dalam kesempatan ini ketua KAHMI Provinsi Jambi Maulana mengatakan terjadi kesalahpahaman terhadap MC saat salam penutup pembukaan acara rakornas.

" Kami minta pada yang bersangkutan (MC) untuk meminta maaf secara terbuka kepada hadirin, " ujar Maulana.

Dia mengatakan jika yang bersangkutan hadir dan meminta maaf maka, pihak KAHMI juga akan memberikan maaf, karena kekhilafan.

" Karena ini acara majelis nasional, jadi kami minta mereka untuk minta maaf secara terbuka," kata Maulana.


Penulis : Diki Wahyudi

KOMENTAR DISQUS :

Top