Sabtu, 24 Agustus 2019 |
Suaro Wargo

Rani Sintia: ”Dampak kekerasan terhadap Anak Bangsa”

Rabu, 04 Juli 2018 00:22:27 wib

JAMBIDAILY SUARO WARGO - Di Indonesia salah satu masalah yang sering diperbincangkan adalaah tindak criminal terhadap anak. Salah satunya kekerasan,kekerasan terhadap anak,baik fisik,psikis maupun seksual, menjadi fakta yang nyata dan tidak tersembunyikan lagi. 

Kekerasan terhadap anak akan membawa dampak yang permanen dan berjangkapanjang sehingga penanggulangan nya harus dilakukan sekarang juga.Bahkan anak yang sering mengalami kekerasan dikemudian hari akan hilling rasa percaya dirinya, bahkan hingga memicu kemarahannya dan merencanakan untuk melakukan aksi balas dendam.Media massa sekarang banyak memberitakan berbagai kasus tindak kekerasan terhadap seorang anak. Menurut Psikolog yang konsen dibidang psikolog anak,kekerasan verbal terhadap anak akan menumbuhkan sakit hati sehingga membuat nak berpikir seperti apa yang kerap diucapkan oleh orang tua.

Kekerasan terhadap anak tampaknya tak hanya dilakukan oleh para orang tua didalam sebuah keluarga. kekerasan terhadap anak juga banyak dijumpai dilingkungan sekolah. Hal itu antara lain berupa kurikulum yang terlalu padat dan tidak berpihak kepada anak,sikap sementaraseorang guru yang kadang-kadang kasar terhadap anak ,semua itu tidak dapat dibenarkan. Bagi anak,belajar yang efektif adalah belajar yang menyenangkan,bukannya belajar dengan penuh amarah,tegang.

Di sisi lain,anak-anak juga mendapatkan tindak kekerasan dilingkungan masyrakat. Misalnya,masyarakat yang menggunakan kekerasan sebagai jalan ssebagai jalan pemecah masalah,dan juga perilaku para masyarakat yang seharusnya menjadi panutan tetapi justru mencontohkan berbagai tindak kekerasan. Hal tersebut adalah serangkaian bentuk kekerasan yang juga sangat besar pengaruhnya bagi pembentukan kepribadian anak dimasa mendatang.

Selain serangkaian kekerasan diatas ada yang tidak bisa dilupakan adalah kekerasan terhadap anak oleh Negara. Betapa banyak ketidakpedulian yang dilakukan oleh Negara terhadap jutaan anak dinegeri ini. Dari mulai ketidakpedulian terhadap ratusan ribu anak jalanan yang terpanggang terik matahari dijalan raya dan jumlahnya semakin meningkat,anak yang terpaksa harus putus sekolah dari haknya untuk memperoleh pendidikan dasar,anak yang kelaparan dan menderita busubg lapar karena tidak terpenuhinya hak dasar atas kesehatan,ini semua juga akan mengakibatkan hilangnya sebuah generasi unggul bahasa ini dimasa depan.

Semua itu adalah serangkaian tindak kekerasan terhadap anak dan itu semua terjadi karena Pradigma yang keliru mengenai anak.Kalau hal seperti dibiarkan terus menerus berlangsung dan Kekerasan terhadap anak tidak segera dihentikan,cepat atau lambat bangsa ini akan Runtuh,karena pemimpin bangsa ini kelak akan terdiri atas anak-anak yang memiliki masa kanak-kanak yang penuh kekerasan tersebut.

Faktor-faktor yang melatarbelakangi kekerasan terhadap anak, diantaranya adalah:

  • Kekerasan dalam rumah tangga,yaitu dalam keluarga terjadi kekerasan yang melibatkan baik dari pihak ayah, ibu, dan saudara yang lain.Seorang anak sering kali menjadi sasaran kemarahan orang tua.
  • Disfungsi keluarga,yaitu peran orang tua tidak berjalan sebagaimana seharusnya. misalnya: Adanya disfungsi peran ayah sebagai pemimpin keluarga dan peran ibu sebagai sosok yang membimbing dan menyayangi.
  • Faktor ekonomi yaitu kekerasan timbul karena tekanan ekonomi.Tertekannya kondisi keluarga yang disebabkan himpitan ekonomi.
  • Pandangan keliru tentang posisi anak dalam keluarga,Orang tua menganggap bahwa anak adalah seseorang yang tidak tahu apa-apa,dengan demikian pola asuh apapun berhak dilakukan oleh orang tua.

Dari penjelasan diatas dapat dapat dilihat dampak kekerasan terhadap anak dapat berpengaruh buruk terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak. kekerasan tidak hanya terjadi di dilingkungan keluarga tetapi kekerasan juga bisa terjadi di lingkungan sekolah dan masyarakat. Mungkin hanya itu saja yang dapat saya jelaskan,mohon dimaafkan jika terjadi kesalahan kata saya hanya manusia biasa

 

 


...
Ditulis Oleh
Nama: Rani Sintia
Prodi Tadris Matematika 
Universitas Islam Negeri Sultan Thaha Saifuddin Jambi

 

 

 


*isi/sumber/referensi dari Artikel sepenuhnya menjadi tanggung jawab Penulis

KOMENTAR DISQUS :

Top