Jumat, 24 November 2017 |
Peristiwa

Rapat Paripurna DPRD Tanjab Barat Di Warnai Aksi Demo

Sabtu, 28 Oktober 2017 10:33:21 wib
ilustrasi/Photo: google.co.id

JAMBIDAILY TANJABBAR - Massa yang menamakan diri sebagai Laskar Pengawal Negeri (LAPEN) menggelar aksi unjuk rasa damai di depan Gedung DPRD Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Kamis, (26/10/2017).
 
Rombongan aksi yang datang menggunakan kendaraan mobil dan motor dengan membawa beberapa spanduk, karton dan pengeras suara mendatangi Gedung DPRD Tanjab Barat yang pada saat itu DPRD sedang menggelar Rapat Paripurna.
 
Tampak dua orang kordinator aksi sedang berorasi di atas mobil dengan menggunakan micropohone dan pengeras suara sambil membacakan tuntutan aksi mereka.
 
Dalam orasinya mereka menyampaikan, bahwa APBD-P dan APBD merupakan langkah Pemerintah Daerah dalam melaksanakan program pembangunan, kejelian dan kecerdasan Pemerintah dan Legislatif sangat diperlukan dan menentukan keberhasilan pembangunan yang ada dalam program APBD-P atau APBD. Dengan keberhasilan pembangunan APBD-P dan APBD yang dibuat, maka masyarakat akan senang dan puas dengan kinerja Pemerintah dan Legislatif. Namun disaat APBD-P dan APBD tidak mencerminkan pembangunan yang diperlukan masyarakat, maka APBD-P dan APBD itu dianggap gagal.
 
Seperti halnya di Kabupaten Tanjab Barat yang kita cintai ini, begitu banyak keluhan masyarakat yang ada, begitu banyak problem masyarakat yang ada, seharusnya dengan anggaran APBD yang lebih dari 1 Triliun mampu untuk menjawab semua keluhan masyarakat dan mampu untuk membangun Kabupaten Tanjab Barat ini lebih baik," kata Erwinsyah dan Wawan Faiq selaku kordinator lapangan aksi dalam orasinya.
 
Adapun tuntutan yang mereka suarakan yakni meminta Bupati dan Wakil Bupati Tanjab Barat untuk memerintahkan Kepala Inspektorat untuk mengaudit penggunaan dana hibah KONI dan KNPI, Meminta rencana  program proyek pipanisasi dalam APBD 2018 yang menggunakan anggaran yang terlalu besar dibatalkan, meminta Bupati Tanjab Barat untuk mendesak PLN Kuala Tungkal menyelesaikan permasalah listrik di kabupaten Tanjab Barat karena telah merugikan masyarakat baik secara materil maupun non materil, dan sebagainya.(Reza)

 

KOMENTAR DISQUS :

Top