Minggu, 05 April 2020 |
Politik

RAPBD Merangin Tahun 2016 Dinilai Belum Pro Rakyat

Senin, 30 November 2015 21:15:43 wib
DPRD

JAMBIDAILY BANGKO-Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Merangin pada tahun 2016 senilai Rp 1,3 Triliun Rupiah dinilai belum pro rakyat.
 
Pasalnya, anggaran tersebut masih banyak direalisasikan kepada pemerintah daerah, dan belum memprioritaskan pembangunan daerah demi kesejahteraan rakyat Kabupaten Merangin.

"60 persen sudah habis untuk belanja pegawai, dan sisanya di bagikan untuk pembangunan dan lainnya,"nilai Pakar Ekonomi Pembangunan Merangin, Ampera, saat diminta tanggapannya, melalui ponsel pribadinya, Senin (30/11).
 
Hal ini yang menjadi dasar perlu adanya evaluasi terhadap anggaran APBD Kabupaten Merangin tahun 2016 mendatang.
 
Menurut Ampera, penggunaan anggaran APBD Kabupaten Merangin masih banyak di pergunakan untuk konsumtif para pegawai pemerintah Kabupaten Merangin.
 
"Seharusnya lebih banyak ke pembiayaan produktif daripada konsumtif, sisi pembangunan untuk kesejahteraan rakyat," jelasnya.
 
Hal ini tentu berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi Merangin yang sangat melambat di bandingkan dengan Kabupaten-kabupaten tetangga yang bersebelahan langsung dengan Kabupaten Merangin.
 
"Dana Rp 1,3 Triliun itu seharusnya diarahkan ke arah produktif, sehingga pertumbuhan ekonomi kita meningkat," katanya.
 
Akibat dari lemahnya pengawasan dan pengarahan penggunaan anggaran Kabupaten Merangin yang belum mengarah kepada rakyat sehingga perlu adanya kritikan terhadap kinerja anggota dewan Merangin.
 
"Mereka kan digaji untuk memperjuangkan hak rakyat, tapi mengapa belum juga di laksanakan," sesalnya.(jambidaily.com/NZR)

KOMENTAR DISQUS :

Top