Sabtu, 21 April 2018 |
Wisata & Budaya

Rekam Jejak Edi Dharma di Dunia Kartun Jambi dan Indonesia

Rabu, 28 Februari 2018 09:57:46 wib
capture/Foto: ist/Edi Dharma

JAMBIDAILY SENI, Budaya - Edi Dharma, Lahir di Jambi 20 Mei 1982, aktifitas hari-harinya sebagai kartunis lepas (freelance) dan guru senirupa disalah satu sekolah anak, sekarang pun masih tetap aktif mengikuti kegiatan senirupa terkhusus dunia kartun, baik skala lokal, nasional mupun internasional.

Mulai menekuni kartun sejak di bangku sekolah menengah, seputaran membuat ilustrasi cerpen teman di mading (majalah dinding) sekolah dan mengikuti beberapa perlombaan antar sekolah yakni lomba poster.

Selepas dari SMA aktif pameran senirupa lukis bersama Fauzi Z salah satu sesepuh senirupa Jambi, Jaffar Rasuh, Azhar MZ, M Nur, Pakpahan (alm) dan lainnya di Taman Budaya Jambi. Kemudian bergabung dalam komunitas Tajam binaan Sakti Alam Watir.

Disamping menekuni senirupa, Edi pun menyalurkan bakat sebagai ilustrator di beberapa media seperti SK Mediator, Jambi Independent, bersama Syahril Hannan, Jambi Defakto, Info Jambi, dan TVR Jambi.

Bagaimana pendapat Jan Praba, selaku Presiden Pakarti (persatuan kartunis Indonesia):

Yang dibutuhkan untuk menjadi seorang kartunis itu bukan hanya pandai menggambar, kritikan tajam-pedas dan menyudutkan seseorang atas ‘kepentingan pribadi atau golongan’. 

Tanggung jawab seorang kartunis jauh lebih besar karena dia harus mewakili aspirasi rakyat dan bukan musuh para pejabat. Salah satu tugas Kartunis yang mandiri adalah menjadi alat kontrol atas kebijakan-kebijakanpemerintah, berbagai persoalan politik, ekonomi, sosial dan budaya.

Kartunis harus mampu melihat berbagai persoalan dari luar lingkaran agar terhindar dari berbagai kepentingan atas persoalan tersebut dan dapat memberi solusi yang baik bagi semuanya. Dan, yang harus dihindari bagi seorang kartunis adalah menyebarkan kebohongan (hoax), menyebarkan kebencian atas nama SARA dan kepentingan segelintir orang/golongan.

Edi Dharma yang saya kenal lebih dari tahun adalah sosok pemuda yang cukup konsisten dengan profesi kartunis. Sering terlibat berbagai agenda dan gerakan moral dari Persatuan Kartunis Indonesia (PAKARTI) seperti Kartunis Ber-Aksi untuk mendukung edukasi antikorupsi melalui kartun, menolak hak angket bahkan 1000 kartun anti korupsi kerjasama PAKARTI dan KPK. 

Edi Dharma, dalam setiap karyanya mampu menanggapi dan menyampaikan berbagai persoalan ‘politik’ yang terjadi di tanah air dengan ‘santun dan berimbang’.

Saya mengapresiasi atas kerja kerasnya sehingga terjadi pameran ini dan semoga bisa menginspirasi kartunis-kartunis muda kota Jambi untu ktampil. Selamat berpameran dan sukses untuk semua.

Lalu menurut Rossem, pemilik balai kartun rossem (BKR) dan Furqon Elwe ketua sindikat kartunis Riau (SIKARI) tentang Edi Dharma

"Edi Dharma seorang kartunis, karikaturis berbakat besar, idenya bagus, lukisannya kemas dan teliti," Tulis Rossem yang menetap di Kelantan, Malaysia.

"walau saya mengetahui aktifitas ber-kartun-an edi dharma cuma dari media sosial tapi saya berani menyebut kartun-kartun nya sudah menapaki capaian ketajaman kritik dan estetik. Kini ia berpameran tunggal yang akan membentangkan lini masa kartun-kartun, komik strip dari karikaturnya. Jambi beruntung memiliki edi dharma," Ungkap Furqon Elwe dari Sikari. (Sumber: Edi Dharma)

 


(Hendry Noesae)

 

Berita Terkait:

Edi Dharma akan 'Duel' dengan Rahmadi di Tempoa Art Gallery Jambi

KOMENTAR DISQUS :

Top