Sabtu, 20 April 2019 |
Hukum

Rekomendasi Izin Galian C di Menhul Menyisakan Tanda Tanya

Minggu, 16 September 2018 15:58:04 wib

JAMBIDAILY TANJABTIM - Rekomendasi izin dari aktivitas pertambangan galian C di Desa Sungai Toman, Kecamatan Mendahara Ulu (Menhul) Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), masih menyisakan tanda tanya pasalnya, izin yang dikantongi dari pihak pengusaha dengan lokasi penambangan ada perbedaan penyebutan nama wilayah.

Dinas ESDM Provinsi Jambi ketika dikonfirmasi mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan kroscek ke lokasi pertambangan dan menurutnya, aktivitas pertambangan tersebut sudah benar sesuai dengan izin yang dikeluarkan.

"Kita kemarin sudah tinjau lokasi kegiatan penambangan (galian c) dan sudah benar di lokasi itu yang telah di keluarkan izin usaha pertambangan,"kata Kasi Penataan Wilayah Pertambangan Mineral Logam dan Batuan Dinas ESDM Provinsi Jambi, Supriyanto kepada jambidaily.com melalui pesan WhatsAp Minggu (15/9/2018).

Saat disinggung mengenai izin yang menyebutkan nama wilayah berbeda dengan lokasi, pesan yang dikirim jambidaily.com ke Supriyanto melalui handphone pribadinya tidak lagi mendapat balasan dari jawaban pertanyaan tersebut.

Padahal, jika dilihat dari berita acara izin galian C yang diberikan kepada PT Artha Mulia Mandiri disebutkan, bahwa setelah dilakukan survey dan pemeriksaan lokasi Izin Usaha Pertamabangan (IUP) oleh Dinas ESDM, operasi produksi untuk penjualan tanah urug itu disurat izin dibunyikan di Desa Menhul, Kecamatan Mendahara.

Sementara aktivitas lokasi galian pertambangan, bukan di Desa Mendahara Ulu, Kecamatan Mendahara melainkan Desa Sungai Toman, Kecamatan Mendahara Ulu.

Untuk diketahui Kabupaten Tanjabtim memiliki 11 Kecamatan dan 93 Desa/ Kelurahan. Diantara 11 Kecamatan tersebut, Kecamatan Mendahara terbagi dua wilayah yaitu Kecamatan Mendahara Ulu dan Kecamatan Mendahara.

Hal ini lah yang sebelumnya, sempat membuat bingung Pemerintah Kecamatan Menhul sebab, izin yang dipegang pihak pengusaha berbeda wilayah dengan lokasi galian C tersebut.

Kabid ESDM Provinsi Jambi, Herpandri sebelumnya pernah mengutarakan jika didalam izin yang diberikan berbeda dengan lokasi kegiatan itu sudah jelas menyalahi aturan yang ada.

"Mereka meminta izin ke kita dikecamatan Mendahara terus tau-taunya dia nambang di Mendahara Ulu tangkap aja itu jelas sudah menyalahi aturan," kata Herpandri kepada awak media diruang kerjanya, (23/7/2018) lalu.

Disinggung mengenai adakah kemungkinan rokomendasi yang diberikan oihak ESDM ada kesalahan penyebutan, ia secara tegas mengatakan bahwa tidak ada yang salah dalam rekomendasi yang diberikan tersebut dan dirinya memastikan sudah sesuai dengan aturan sebab menurutnya, yang membaca titik koordinat itu orang teknis.

"Orang yang baca titik koordinat itu orang teknis pasti kalau orang awam tidak akan tahu bukan saya sombong, kayak abang-abang kalau dikasih titik koordinat bisa baca enggak di kompas kira-kira seperti itu,"ucapnya.

"Nah kami juga disini tidak sembarang memberi titik koordinat. Dari mereka tidak serta merta kami percaya, kita cek ke lokasi karena beberapa hal yang harus kita ketahui, kita tidak mau adanya anak tiri anak kandung dalam merekomendasikan sesuatu, kita maunya rill," tambahnya.

 

Penulis : Hendri Rosta
Editor : Hendry Noesae

KOMENTAR DISQUS :

Top