Sabtu, 24 Februari 2018 |
Ekonomi

Resmikan PLTBg Asian Agri di Jambi, Ini Harapan Menteri Jonan dan Gubernur Zola

Rabu, 24 Januari 2018 19:39:10 wib
Menteri ESDM RI Ignatius Jonan didampingi Gubernur Jambi meresmikan pengoperasian PLTBg Asian Agri di Tungkal Ulu

JAMBIDAILY EKONOMI-Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral RI, Ignatius Jonan minta pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) Asian Agri mendukung sektor swasta atas komitmen Pemerintah dalam ketersedian energi.

"Kementrian ESDM Mendukung sepenuhnya komitmen Presiden RI Joko Widodo terhadap perubahan iklim yang disampaikan pada Conference of the Parties  (COP) pada Desember 2015 lalu.  Disisi lain mengundang partisipasi swasta untuk mengambil peran serupa seperti yang dilakukan Asian Agri dalam penciptaan energi Hijau ini,"paparnya, saat meresmikan pengoperasian PLTBg Asian Agri di Tungkal Ulu Provinsi Jambi, Rabu (24/01/2018).

Dia berharap, keberadaan PLTBg ini dapat mendukung ketersediaan energi yang dapat dimanfaatkan untuk masyarakat sekitar.

"Dengan asumsi satu rumah membutuhkan daya 450 watt maka keberadaan PLTBg Asian Agri ini dapat berkontribusi ke 2000-an rumah tangga,"harapnya.

Gubernur Jambi H Zumi Zola yang turut mendampingi Menteri ESDM, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas upaya Asian Agri mengelola dan mengoperasikan PLTBg di Kabupaten Tungkal Ulu ini.

"Atas nama masyarakat kiranya dapat disalurkan secara gratis ke warga sekitar,"ungkap Zola.

Zola berharap inovasi kreatif Asian Agri dalam bidang energi baru dan terbarukan ini menjadi contoh bagi perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Provinsi Jambi.

"Langkah Asian Agri ini dapat menjadi contoh bagi banyaknya perusahaan sawit yang beroperasi di Provinsi Jambi dalam upaya mendukung ketersediaan energi listrik untuk masyarakat."

Sedangkan Head Of Operation Asian Agri, Bukit Sanjaya, dalam paparannya menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah terhadap inisiatif yang berinvestasi untuk mengelola limbah cair sawit (palm Oil Mill Effluent) secara ramah lingkungan sehingga dapat memnghasilkan energi hijau terbarukan, dengan mengoperasikan PLTBg.

"Ini juga menjadi komitmen nyata terhadap kelestarian lingkungan serta dukungan Asian Agri terhadap energi baru terbarukan yang merupakan salah satu fokus Pemerintah Indonesia melalui Kementrian ESDM untuk ketahanan energi,"papar Bukit.

PLTBg Asian Agri sejalan dengan program prioritas pembangunan Provinsi Jambi dalam pemenuhan kebutuhan energy bagi masyarakat dalam mendorong perekonomian daerah secara berkesinambungan.

"PLTBg di Tungkal Ulu Provinsi Jambi merupakan PLTBg ke-7 yang dioperasikan Asian Agri, dari total target 20 unit pada tahun 2020.  Masing-masing PLTBg berkapasitas 2,2 Megawatt yang dapat dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan pengoperasian pabrik kelapa sawit 700 kilowatt dan sisanya sebesar 1,5 megawatt dapat dimanfaatkan untuk masyarakat di sekitar lingkungan pabrik Asian Agri,"jelas Bukit.

Sekilas mengenai Asian Agri

Asian Agri merupakan salah satu perusahaan swasta nasional terkemuka di Indanesia yang memproduksi minyak sawit mentah (CPO)) sejak tahun 1979 dan mempekerjakan sekitar 25.000 orang saat ini.

Sejak tahun 1987 Asin Agri telah menjadi perintis program Pemerintah Indonesia Perkebunan Inti Rakyat Transmigrasi (PIR-Trans).  Saat ini perusahaan mengelola 100.000 hektar lahan inti dan bermitra dengan 30.000 keluarga petani plasma di Riau dan Jambi yang mengelola 60.000 hektar perkebunan kelapa sawit.

Keberhasilan Asian Agri menjadi sałah satu perusahaan terkemuka CPO telah diakui secara internasional dengan sertifikasi ISO 1400I untuk semua operasinya. Learning Institute di Pelalawan, Riau, serta pusat pembibitan di Kampar, Riau, juga telah bersertifikot ISO 9001. Selain itu, pusat penelitian dan pengembangan Asian Agri di Tebing Tinggi juga telah memperoleh sertifikasi oleh International Plant Analytical Exchange di lab WEPAL di Wageningen University di Belanda, untuk standar yang tinggi.

Lebih dari 86% dari perkebunan inti Asian Agri di Provinsi Sumatra Utara, Riau & Jambi serta 100% perkebunan petani plasma di Provinsi Riau  dan Jambi telah bersertifikat RSPO (Roundtable on Sustainable Palm Oil).

Pada saat yang sama, ISCC (International Sustainability &Carbon Certification) telah dicapai oleh seluruh kebun baik yang dimiliki oleh Asian Agri maupun petani binaannya. Lebih dari 91% perkebunan dan pabrik kelapa sawit Asian Agri telah mendapatkan sertifikat ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil System).(*/ril)


Editor : Hery FR

KOMENTAR DISQUS :

Top