Rabu, 15 Agustus 2018 |
Ekonomi

Resolusi 2018: Pulang Kerja Tepat Waktu, Miliki Kehidupanmu Sendiri

Jumat, 05 Januari 2018 09:02:25 wib
Pulang kerja tepat waktu/Copyright pexels.com

JAMBIDAILY KARIR, Ekonomi - Di usia dewasa, bekerja mencari uang adalah sebuah mandatory tak tertulis yang harus dijalani siapa pun agar bisa bertahan hidup. Perkara bekerja pun tak semudah datang-mengerjakan tugas-pulang. Ada banyak masalah yang harus dibereskan dalam pekerjaan hingga tak terasa pekerjaan menyita sebagian besar waktu kehidupan kita.

Penelitian di tahun 2016 menyebutkan, rata-rata orang di dunia bekerja lebih dari 45 jam per minggu. 80 persen pekerja masa kini menghabiskan "after hours"-nya dengan tetap menjawab e-mail dan telepon dari klien atau rekan kerjanya yang lain. Kamu mungkin mengalaminya!

Tapi apakah hal ini artinya kamu produktif? Studi lain menyebutkan, hal ini justru menunjukkan ada yang salah dengan sistem bekerjamu (atau perusahaanmu). Bukannya produktif, lembur atau kelebihan jam kerja malah menambah beban stres yang bisa merambat menjadi berbagai penyakit serius, seperti penyakit jantung.

Nah di tahun yang baru ini, yuk perbaiki diri dan sistem bekerja sebagai salah satu resolusi tahun 2018. Ini yang bisa kamu lakukan:

Semuanya dimulai dari pagi hari
Jam berapakah kamu bangun? Jika kamu terbiasa bangun sangat mepet dengan jam seharusnya kamu berangkat kerja, mustahil kamu bisa mempersiapkan diri dengan baik. Cobalah untuk bangun 2-3 jam sebelum jam berangkat kerja. Kamu akan punya waktu lebih untuk merencanakan apa yang harus dikerjakan hari ini, mempersiapkan diri sehingga saat di kantor kamu nggak akan menghabiskan waktu ekstra. Mungkin rutinitas terdengar sebagai kata yang membosankan, tapi percayalah hal ini akan membantumu bekerja lebih efektif.

Buat skala prioritas
Kamu mungkin punya 10 hal untuk dikerjakan hari ini, tapi berusahalah realistis akan kemampuanmu. Buatlah perincian dari apa yang bisa kamu kerjakan hari ini dan atur skala prioritasnya berdasarkan yang paling mendesak hingga yang tidak mendesak dikerjakan. Buat dua kolom di to do list-mu: sisi kiri untuk 3-5 hal penting yang harus segera diselesaikan, sisi kanan untuk hal lain yang tidak terlalu mendesak. Jika kamu bisa mengerjakan hal yang kanan setelah yang kiri setelah, that would be awesome!

Kurangi distraksi
Mengecek notifikasi social media memang menggoda. Tapi bisa menjerumuskan pada keasyikan berlanjut yang nggak berujung. Tahu-tahu, kita tenggelam dalam keasyikan selama 30 menit. Sementara pekerjaan penting belum terselesaikan. Kurangi distraksi dan tahan diri. Prioritaskan pekerjaan yang penting terlebih dahulu sebelum memberi 'reward' terhadap diri sendiri.

Beri batas waktu
Detik-detik terakhir sebelum pulang, justru pekerjaan baru berdatangan. Sering mengalaminya? Mungkin kamu harus 'galak' sedikit terhadap orang lain. Katakan pada rekan kerjamu soal batas waktu, misalnya, "Hari ini saya ada kursus bahasa Jerman sepulang kantor. Jika ada hal yang harus diselesaikan, tolong sampaikan sebelum jam 3 sore." Lakukan hal ini setiap hari, hingga akhirnya rekan-rekan kerjamu paham bahwa kamu harus pulang tepat waktu karena kamu punya 'kehidupan' lain di luar urusan kantor saja.

Bereskan semua urusan sebelum pulang
Rapikan meja, tandai semua e-mail sudah terbaca, tumpuk dokumen-dokumen dengan rapi sehingga esok hari ketika kamu kembali ke mejamu, kamu langsung siap bekerja.

Lakukan pekerjaanmu sebaik-baiknya, tetapi bukan berarti kamu menghamba padanya. Kamu punya hidupmu sendiri untuk dinikmati. Hidup itu pendek, untuk itu setiap waktu berharga.


(vem/wnd)/vemale.com

KOMENTAR DISQUS :

Top