Selasa, 11 Desember 2018 |
Suaro Wargo

Rizky Sakinah: Makam Raja Jambi yang Berani dan Sakti

Minggu, 20 Mei 2018 05:36:55 wib
Foto: kiriman rizky sakinah

JAMBIDAILY SUARO WARGO - Jambi terkenal dengan seorang raja yang bernama Orang Kayo Hitam. Makam Orang Kayo Hitam terletak di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi yang terketak tepat di bibir sungai Batang hari. Dibanding nama raja-raja lain di Jambi, Raja Orang Kayo Hitam bisa dibilang paling populer di Jambi. Cerita sosok Raja Melayu Jambi ini berbaur dengan berbagai mitos yang mengikutinya.

Makam Orang Kayo Hitam berada di Desa Simpang, Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim). Dari Kota Jambi memerlukan waktu sekitar dua jam perjalanan darat untuk menuju situs raja paling bersejarah di Jambi ini. Lokasi makam juga berada di tepian Sungai Batanghari. Namun sayang, kondisinya kini terancam rusak akibat abrasi sungai.

Makam Raja Orang Kayo Hitam bersanding dengan makam istrinya yang bernama Puteri Mayang Mangurai serta makam kucing kesayangannya. Dibanding ukuran makam manusia saat ini, ukuran makam Orang Kayo Hitam memiliki ukuran besar yakni panjang 5,2 meter dan lebar 1,5 meter. Sedangkan, makam istrinya berukuran panjang 3,7 meter dan lebar 1,4 meter.

Orang Kayo Hitam adalah Raja Melayu Jambi yang merupakan anak dari Datuk Paduko Berhalo yang mangkat pada abad ke-15. Orang Kayo Hitam memiliki saudara laki-laki bernama Orang Kayo Pingai. Semasa hidup, ia dikenal sebagai pangeran yang sakti sekaligus pemberani. Dari sejumlah cerita, Orang Kayo Hitam berani menentang pemberian upeti kepada Raja Mataram. Kala itu, kerajaan Jambi ada di bawah kekuasaan Mataram. Cerita paling terkenal adalah asal mula Keris Siginjai yang merupakan keris paling bersejarah di Jambi.

Bermula dari keberanian Orang Kayo Hitam yang menentang Mataram. Atas saran para penasihatnya, Raja Mataram meminta seorang empu membuat keris khusus yang terbuat dari sembilan jenis besi dan disepuh menggunakan air 12 muara untuk membunuh Orang Kayo Hitam dari Jambi yang terkenal sakti. Mengetahui rencana sang Raja Mataram, Orang Kayo Hitam tak ciut nyali. Ia mencari sang empu pembuat keris hingga berujung keributan dan terbunuhlah sang empu. Mendengar sang empu terbunuh, raja Mataram akhirnya memberikan penawaran agar Orang Kayo Hitam bisa menikah dengan putri Raja Mataram bernama Puteri Mayang Mangurai.

Singkat cerita, setelah menikah antara Kerajaan Mataram dan Jambi pun berdamai. Keris buatan sang empu diberikan kepada Orang Kayo Hitam. Saat prosesi pernikahan, oleh Orang Kayo Hitam, keris tersebut digunakan sebagai gonjai atau alat untuk menggulung rambut panjangnya. Dari kata gonjai itulah, muncul sebutan ginjei yang mendasari penyebutan nama Keris Siginjai. Nama keris ini juga menjadi lambang sekaligus tugu utama di Balai Kota Jambi yakni Tugu Keris Siginjai.

 

 

...

Ditulis Oleh
Nama: Rizky sakinah
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam
Program studi Ekonomi syariah
Universitas Islam Negeri Sultan Thaha Syaifuddin Jambi

 

 

*isi/sumber/referensi dari Artikel sepenuhnya menjadi tanggung jawab Penulis

KOMENTAR DISQUS :

Top