Sabtu, 17 November 2018 |
Peristiwa

Rumah Rusak Akibat Gempa Sulteng Belum Terdata, Tenda Segera Dikirim

Sabtu, 29 September 2018 03:02:10 wib
Foto: Ilustrasi gempa Donggala dan tsunami Palu (Nadia Permatasari/detikcom)

JAMBIDAILY NASIONAL - Jumlah rumah rusak akibat gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah (Sulteng) belum bisa terdata. Untuk itu, Kementerian Sosial menyiapkan sejumlah peralatan untuk warga beristirahat.

"Kami sudah koordinasi dengan panglima (TNI), karena kami punya barangnya. Ada tenda, matras, tempat tidur dan lain-lain, juga termasuk kami punya 1.000 kotak mie instan, itu sekitar 40.000 bungkus," kata Mensos Agus Gumiwang di Kemenko Polhukam, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Sabtu (29/9/2018).

Barang-barang tersebut disimpan di Bandar Udara Halim Perdanakusuma. Rencananya, barang-barang itu akan dikirim pada Sabtu (29/9) pagi ke Makassar, setelah itu melalui jalur darat dikirim ke lokasi warga terdampak gempa dan tsunami di Sulteng.

"Jadi, kami punya barangnya kami minata dari pihak TNI untuk segera kirim barangnya. Barang itu malam ini kami sudah geser ke Lanud Halim sekitar pukul 22.00 WIB mereka siap untuk menerima," papar Agus.

"Kami juga punya buffer stock di wilayah timur pusatnya di Makassar. Kami akan kirim semuanya ke lokasi terkena bencana. Mereka (logistik) sedang siapkan dan paling lambat setelah subuh mereka sudah jalan dari darat sekitar 10 atau 11 jam dari darat," imbuhnya.

Sebelumnya, Menko Polhukam Wiranto berharap angkutan darat bisa segera digunakan untuk mengirim bantuan dan personel guna penanganan gempa serta tsunami. Meski begitu, malam ini pasukan gabungan sudah bergerak menuju Donggala dan Palu, Sulawesi Tengah, melalui jalur darat.

"Pasukan evakuasi datang dari TNI, Polri, dan relawan. Pada malam ini, pasukan TNI sudah bergerak dari daerah terdekat, Gorontalo, Mamuju, Parigi, Makassar," kata Wiranto dalam jumpa pers di Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Sabtu (29/9). 

 

(zak/idh)/detik.com

KOMENTAR DISQUS :

Top