Sabtu, 17 November 2018 |
Nasional

Rupiah Menguat Lawan Dolar AS, BI Masih Waspadai Hal Ini

Jumat, 14 September 2018 14:43:55 wib
Foto: Sylke Febrina Laucereno

JAMBIDAILY NASIONAL - Setelah mengalami tekanan, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mulai kembali membaik. Berdasarkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) nilai tukar dolar AS hari ini tercatat Rp 14.835. Kemudian dari perdagangan Reuters dolar AS tercatat Rp 14.795.

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Dody Budi Waluyo menjelaskan meskipun sudah terjadi penguatan pada rupiah namun masih tetap harus waspada dengan faktor eksternal.

"Permasalahan di Turki dan Argentina adalah bagian yang terus kita amati. Dua kondisi eksternal itu bisa dikatakan belum berakhir dan punya potensi mata uang di negara berkembang," kata Dody di Kantor BI, Jakarta Pusat, Jumat (14/9/2018).

Dia menjelaskan, saat ini untuk menjaga nilai tukar BI terus menjaga di pasar. Dody mengharapkan dengan penguatan ini stabilitas bisa terus terjaga. 

"Kita juga melihat dalam beberapa hari sudah ada aliran modal masuk di instrumen keuangan seperti sertifikat Bank Indonesia (SBI), surat berharga negara (SBN) dan ini artinya positif. Meskipun kita masih belum melihat tekanan yang berkurang," jelas dia.

Dia menambahkan, negara berkembang memang memiliki risiko yang lebih besar untuk tekanan kepada nilai tukarnya. Apalagi ini masih dipengaruhi oleh perang dagang antara China dan Amerika Serikat (AS).

"Karena risiko trade war itu sulit dihitung dari formulasi kebijakan moneter. Kalau permasalahan Argentina dan Turki masih bisa," tambah dia.

Kemudian, masalah di negara berkembang adalah utang yang akan terdampak pergerakan nilai tukar yang melemah. Menurut Dody ini membuat pembayaran utang berpotensi terganggu.

Namun, Dody menjelaskan Indonesia masih masuk dalam kategori yang aman. Karena indikatornya masih terjaga. "Kita masih relatif terjaga, rasio utang terhadap PDB masih baik. Kita juga punya prudential, regulasi yang baik dan masih ada instrumen hedging," tambah dia.

Dalam menjaga nilai tukar, BI berupaya untuk menjaga dengan suku bunga dan intervensi ganda. Kemudian BI juga berupaya untuk mengantisipasi depresiasi nilai tukar di kemudian hari. (kil/ara)

 

(detik.com)

KOMENTAR DISQUS :

Top