Senin, 17 Juni 2019 |
Pendidikan & Teknologi

Sarasehan Bela Negara, Berikan Wawasan Kebangsaan dan Motivasi membangun Indonesia

Sabtu, 21 Oktober 2017 13:55:10 wib
Letkol Inf Yudi Iskandar, Kasrem 042/Garuda putih saat menyampaikan materi/Photo: jambidaily.com/Hendry Noesae

JAMBIDAILY PENDIDIKAN - Pelajar dari 27 Sekolah setingkat SMA/SMK dan 7 Perguruan tinggi dalam kota Jambi, tidak kurang dari 100 orang pelajar tersebut mendapatkan kesempatan bernilai tinggi karena mengikuti Sarasehan bela negara bertema "Pembentukan karakter generasi muda dalam rangka menanggulangi gerakan radikalisme dan anti pancasila" Sabtu (21/10/17) bertempat di Hotel Ratu kota Jambi.

Tokoh yang mumpuni dibidangnya hadir sebagai Pembicara baik itu dari segi agama dihadiri oleh ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) provinsi Jambi, Prof Dr H Hadri Hasan MA, dari sisi pandang TNI oleh Letkol Inf Yudi Iskandar yaitu Kasrem 042/Garuda putih, dari bagian sejarah budaya oleh Drs Ujang Hariadi Kepala dinas kebudayaan dan pariwisata provinsi Jambi dan Sosial politik oleh Dr Ahmad Subhan SIP MSi dari Balitbangda Jambi.

"parade cinta tanah air adalah salah satu program kementerian pertahanan tentang pembinaan di lingkungan pendidikan dimana para pesertanya adalah para adalah siswa/siswi dan perguruan tinggi yang telah mengikuti kompetensi tentang wawasan kebangsaan dan bela negara," Ungkap Kepala Kantor Kemenhan RI Perwakilan Jambi, Kolonel Inf Asep Joko Ruchwarsito,SIP, saat menyampaikan kata sambutannya membuka Sarasehan.

Kegiatan Sarasehan sendiri bertujuan untuk melakukan Pembinaan bela negara dan pemberdayaan wilayah pertahanan Alumni parade cinta tanah air (PCTA) provinsi Jambi tahun 2017 tentunya menimbulkan efek positif berikan wawasan tentang kebangsaan dan rasa cinta tanah air sehingga adanya nilai tambah dalam motivasi membangun Indonesia.

"ini sebagai wadah dan sarana untuk berkomunikasi menyampaikan pemikiran dan gagasan dalam usaha mematangkan kemampuan berpikir, berwawasan dan pengambilan keputusan dengan sasaran pembinaan dan pembentukan karakter bagi generasai muda yang tergabung dalam membangun dan mengembangkan wawasan kebangsaaan dan rasa cinta tanah air di era globalisasi,"  Jelas Kolonel Inf Asep Joko Ruchwarsito,SIP.

Pada sesi penyampaian Materi dari pembicara, Hadri Hasan mengutarakan bahwa perlu menjaga nilai-nilai budaya Indonesia dan menjadi orang Indonesia yang beragama

"jangan menjadi orang Islam yang ada di Indonesia tetapi jadilah orang Indonesia yang beragama Islam, beragama Kristen, budha, Hindu. sehingga dasar kita sebagai Pancasila terjaga, jadilah manusia yang bisa diandalkan. Kita punya tugas yang luar biasa untuk menjaga negeri ini," Ujar Hadri Hasan.

Untuk Letkol Inf Yudi Iskandar, lebih menekankan kepada radikalisme dan mengingatkan agar berperan aktif di lingkungan bersama warga sehingga dapat membatasi ruang gerak.

"Radikalisme adalah semua aliran/faham atau ideologi politik yang para pengikutnya menghendaki konsekuensi yang paling ekstrim, setidak-tidaknya konsekuensi yang paling jauh dari pengejawantahan ideologi yang mereka anut. Kita harus berperan aktif di dalam lingkungan masyarakat, siskamling itu sangat baik sebagai salah satu cara untuk mencegah," Jelasnya.

"dari wilayah terkecil desa, jika desa aman maka aman kecamatan, jika kecamatan aman maka aman kabupaten, jika seluruh kabupaten dan kota aman maka amanlah Indonesia. tapi kunci utama dari semuanya adalah apa,? adalah Gotong Royong," Tegas Kasrem 042/GApu tersebut.

Sedangkan Drs Ujang Hariadi fokus kepada sejarah lokal, bagaimana keteguhan hati seorang Sultan Thaha yang tidak bergeming atas bujuk rayuan bahkan tawaran harta kekayaan dari penjajah kala itu

"rumah seorang Sultan Thaha Syaifuddin, tidak megah dan besar tetapi sangat sederhana karena dia tidak sedikitpun tergiur atas kekayaan yang ditawarkan Belanda sebab dia tidak ingin menghianati rakyatnya. Sebegitu cintanya dia akan tanah air. Sultan Thaha memiliki panglima bernama Raden Mattaher, panglima yang aktif melakukan perlawanan dan meyakinkan penduduk untuk juga melawan," Terang Ujang Hariadi.

"itulah Jas merah kita, bagaimana mereka berjuang, dimasa sekarang ada serangan yang tidak kalah hebatnya, serangan budaya. Budaya-budaya luar sebegitu derasnya masuk ke kita. Ini akan menjadi tugas kita agar bisa membendung atau membentengi diri kita dengan cara memupuk rasa cinta air," Tambahnya.

Pembicara terakhir Dr Ahmad Subhan SIP MSi, memberikan pemahaman dari sisi Hukum dan Sosial Politik terkait radikalisme karena adanya kesenjangan sosial di masyarakat.

"radikalisme timbul karena adanya kesenjangan sosial sehingga ada gerakan sosial yaitu suatu upaya terorganisir yang dilakukan oleh sekelompok orang untuk menimbulkan perubahan atau untuk menentang (mempertahankan status quo) memiliki tatanan internal dan merupakan tindakan bertujuan. Keterlibatan dalam suatu gerakan sosial lebih didasarkan rasa simpati terhadap pandangan sosial atau doktrin tertentu yang dianggap relevan untuk dibela, keanggotaan cenderung bersifat sementara," Beber Dr Ahmad Subhan.

Pada bagian tanya jawab, Sarasehan yang dipandu oleh H Hurhamid Hadi SPd MPdi sekretaris BKD Kota Jambi sebagai moderator tersebut menghadirkan berbagai pertanyaan dari peserta, tentunya dalam koridor radikalisme.

Selain Sarasehan, kegiatan dilanjutkan dengan aksi peduli terhadap sesama dengan cara melakukan donor darah langsung di tempat kegiatan bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Jambi.

"ini juga ada aksi kami dari PCTA sebagai bentuk kepedulian kepada sesama yaitu donor darah, langsung setelah sarasehan," Ungkap Panitia Pelaksana, Mayor Laut Edward Faisal kepada jambidaily.com.

Sebagai pengayaan informasi, bahwa PCTA ini merupakan kegiatan tahunan dari Kementerian Pertahanan RI yang bertujuan untuk menanamkan dan meningkatkan jiwa Cinta Tanah Air serta kesadaran Bela Negara untuk para pelajar dan mahasiswa.

Dalam pelaksanaan kegiatannya, para peserta PCTA mengikuti lomba dengan materi, bidang bakat dan keterampilan, bidang pengetahuan umum, bidang system pertahanan dan keamanan rakyat semesta, bidang Bela Negara, bidang IT dan narkoba.

(Hendry Noesae)

 

 

 

Berita Terkait:
Ka Kemenhan RI Jambi: Membangun Nilai Luhur Kebangsaan pada Generasi Muda

KOMENTAR DISQUS :

Top