Selasa, 19 Februari 2019 |
Peristiwa

Satpol PP dan BPPRD Kota Jambi, Sita 39 Botol Minuman di Fellas Cafe dan Tutup CHIX

Selasa, 05 Februari 2019 10:31:48 wib
Minuman yang disita petugas di Fellas Cafe (Senin, 04/02/2019)/Foto: jambidaily.com/Hendry Noesae

JAMBIDAILY PERISTIWA - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi (BPPRD) Kota Jambi, menyita 39 botol minuman di Fellas Cafe dan tutup CHIX (Senin, 04/02/2019) malam.

Petugas menyita minuman bertuliskan "Porter" digudang penyimpanan Fellas Cafe di Jalan Soekarno-Hatta, Thehok kota Jambi. Tidak hanya menyita minuman namun petugas mendapati bahwa tidak terkoneksinya alat Tax Monitoring Device (TMD) atau Perangkat pemantauan pajak yang seharusnya terpasang.

"Terkait Fellas, Kita dapatkan ada 39 botol minuman nanti kita dalamin lagi karena ini kita belum lihat masalah perizinan dan juga mungkin dia tidak bayar pajak. Kita akan berikan peringatan 2 kali, kalau tidak kita segel," Tegas Yan Ismar, seusai giat kepada awak media.

Razia Dua Tim Gabungan Satpol PP Kota Jambi dan BPPRD Kota Jambi yang juga melibatkan Polisi Militer (PM) dimulai Pukul: 21.30 wib hingga dinihari pukul: 00.30 wib tersebut, selain Fellas Cafe, petugas ke Collega Cafe, Chix dan Eks Payo Sigadung, membuahkan hasil dan menemukan fakta-fakta menarik.

"Dalam giat malam ini karena adanya laporan masyarakat bahwa Kita mendapati informasi adanya indikasi restoran atau resto yang menjual minol. Restoran atau resto itu sifatnya adalah rumah tempat siap makanan bukan minol, ternyata memang betul laporan makanya kita tindak dan kita tutup resto Sahabat (Chix-red) menjelang izin sesuai peruntukkannya," Jelas Yan Ismar, Kepala Satpol PP Kota Jambi.

Saat petugas mendatangi Chix di Kawasan Tanjung Pinang, Jambi Timur, kota Jambi pemilik usaha sempat menolak dan terkadi adu argumen, namun petugas tidak bergeming dan pemilik diminta untuk menyelesaikan perizinan.

Sementara itu petugas tidak menemukan apapun terkait adanya dugaan masih beraktivitasnya Eks lokalisasi di Payo Sigadung. Yan Ismar, mengakui adanya indikasi kebocoran informasi.

"Lokalisasi ini saya tidak tau juga, kami tidak pernah sama sekali berikan jadwal. Saya agak kecewa tadi itu, saya rasa bocor (Razia-red) itu tidak tau dari siapa namun indikasinya ada. Saya mendapat informasi masih adanya indikasi Aktivitas disana, banyak laporan dari masyarakat makanya saya cek malam ini. Tapi kenyataannya, memang sudah kita lihat, ini yang saya katakan tadi mungkin ada bocornya ini," Terang Yan Ismar.

"Rencananya, setelah rapat dengan Forkopimda kita akan bikin lagi jadwal waktunya. kita Lihat saja nanti susah saya menyampaikan nanti bocor lagi, apakah waktunya yang kita rubah atau sistemnya," Pungkas Yan Ismar.


(Hendry Noesae)

 

 

Berita Terkait:
Alat Pemantau Pajak Belum Tekoneksi di Fellas Cafe, Subhi: Jika Penolakan Kami Rekomen Satpol PP untuk Ditutup

KOMENTAR DISQUS :

Top