Kamis, 15 November 2018 |
Kesehatan & Olahraga

Sedih!!! Dua Tahun Menahan Sakit, Warga di Tanjabtim Ini Sangat Butuh Perhatian

Jumat, 02 November 2018 17:09:08 wib
JAMBIDAILY TANJABTIM - Setelah dua tahun lebih menderita penyakit asam urat yang tidak kunjung sembuh, Hasan (53) warga SK 13, Dusun Karya Dadi, Desa Rantau Rasau II, Kecamatan Rantau Rasau, Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), hanya bisa pasrah berdiam diri dirumah sambil menahan rasa sakit yang tidak terkira ketika benjolan-benjolan ditubuhnya terus bertambah.

Istri dari Hasan, Rusila (52) mengatakan, ia hanya bisa pasrah dengan kondisi yang dialami suaminya mengingat, untuk memenuhi kehidupan sehari-harinya saja setelah suaminya sakit, dirinya terpaksa menjadi tulang punggung keluarga bagi suami dan dua orang anaknya, dengan jadi pelayan dikantin sekolah.

"Sebelum bapak sakit dia bekerja sebagai pandai besi tukang membuat parang, setelah bapak sakit ya saya yang kerja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,"kata Rusila kepada jambidaily.com Jumat (2/11/2018).

Dia menuturkan, penyakit asam urat yang diderita suaminya berawal ketika kakinya tiba-tiba mengalami pembengkakan, dan menimbulkan benjolan-benjolan yang mengandung cairan putih seperti kapur.

"Sakitnya sekitar dua tahun lebih, awalnya kakinya mengalami bengkak dan kalau benjolan itu timbul bapak merasa sakit. Terus bengkaknya itu kalau dicungkil mengeluarkan cairan putih-putih seperti kapur gitu,"ucapnya.

Dengan berjalannya waktu dan keterbatasan biaya, penyakit yang diderita Hasan semakin bertambah benjolan-benjolan tersebut menjalar ke bagian lengannya.

"Dulu sempat pernah dibawak berobat ke Jambi, saran dokter bapak harus dioperasi, karena keterbatasan biaya ya kami bawak pulang. Sekarang bisa dilihat sendiri penyakitnya bapak sudah menjalar sampai ke bagian tangan sama sikunya juga,"ujarnya.

Ia berharap, ada mendapatkan uluran tangan baik itu dari Pemerintah maupun saudara-saudara yang dermawan yang mau berbagi untuk membantu biaya perobatan agar suaminya bisa sembuh.

"Yang kami butuhkan saat ini untuk biaya perobatan bapak biar sembuh. Karena kalau ekonomi kami cuma dapat untuk makan sehari-hari, saya itu kerjanya cuma bantu orang jualan dikantin sekolah mas,"harapnya.

Penulis: Hendri Rosta/Editor: Hendry Noesae

KOMENTAR DISQUS :

Top