Jumat, 21 September 2018 |
Ekonomi

Sejumlah Petani Sawit Kabupaten Tanjabtim Beralih Tanam Kopi

Jumat, 14 September 2018 21:02:16 wib

JAMBIDAILY MUARASABAK, Tanjabbar - Sejumlah petani kelapa sawit di Desa Sungai beras, Kecamatan Mendahara Ulu, Kabupaten Tanjung Jabung Timur rela menebang pohon kelapa sawit miliknya demi untuk bertanam kopi. Padahal, hasil berkebun kelapa sawit selama ini menjadi andalan perekonomian mereka. 

Hal ini terungkap saat Bupati Tanjabtim Romi Hariyanto berkunjung ke Parit Antara Desa Sungaiberas pada Rabu (12/9). Romi yang datang bersama sejumlah stafnya sengaja menemui para penggiat tanaman kopi di sana. 

Selama lebih empat jam di Parit Antara, Romi menyempatkan diri meninjau langsung lokasi pembibitan, penanaman hingga penggilingan kopi. Dia juga berdialog dengan para petani untuk memastikan apa saja yang menjadi harapan petani, khususnya terkait pengembangan kopi Liberika. 

Dari dialog tersebut terungkap bahwa potensi kopi lebih menjanjikan. Terutama sejak Romi menggaungkan pengembangan kopi Liberika beberapa bulan lalu. Bahkan salah seorang petani, Idris (50 tahun) mengaku sudah membabat satu hektar kebun sawitnya demi lebih serius bertanam kopi. 

Sebenarnya Idris dan sejumlah rekannya tidaklah asing bertanam kopi. Hanya saja selama ini kopi cuma tanaman sambilan yang ditumpang sarikan dengan tanaman utama seperti kelapa dan pinang. 

Secara tradisional tanaman kopi sudah puluhan tahun ada di Desa Sungaiberas khususnya Parit Antara. 
Setelah Romi mengirim sejumlah petani dan PPL ke Pusat Penelitian Kopi dan Kakao (Puslitkoka) di Jember Jawa Timur belum lama ini, semangat petani untuk serius mengembangkan perkebunan kopi liberika di desa mereka semakin tinggi.

“Sejak kami difasilitasi pak bupati ke Jember , kami jadi lebih mengerti bagaimana bertanam kopi secara profesional. Banyak sekali ilmu tentang bertanam kopi yang kami peroleh dan mulai saat ini sudah kami terapkan,” kata Warisno (38tahun), salah seorang petani. 

Warisno memang terpilih sebagai perwakilan petani yang diberangkatkan Romi ke Puslitkoka Agustus lalu. Bersama Warisno juga turut serta M Amin, pemuda yang menekuni pengusahaan pasar kopi bagi petani Desa Sungaiberas. 

Bupati Romi memberi apresiasi pada keseriusan warganya untuk bertanam kopi. Dia berjanji akan terus membantu terutama pembimbingan dan sejumlah peralatan pendukung. 

“Saya sangat mendukung apa yang bapak - bapak lakukan, seriusilah kopi ini, kami pemerintah daerah akan sekuat tenga mendukung. Percayalah kopi ini akan lebih menjanjikan untuk masa depan,”ucapnya.

Ditambahkannya, saat ini Pemkab Tanjabtim Sudah menjadi mitra Puslitkoka untuk pengembangan kopi di Tanjabtim. Romi berkeyakinan bahwa dengan pengelolaan berbasis riset, tingkat keberhasilan petani akan lebih tinggi.

“Apalagi saat ini konsumsi kopi nasional masih tiga ratus ribu ton pertahun. Peluang yang sangat besar bagi kota yang jeli menangkap peluang tersebut,”tutupnya.

Penulis: Hendri Rosta
Editor: Hendry Noesae

KOMENTAR DISQUS :

Top