Kamis, 24 Mei 2018 |
Peristiwa

Sembilan LSM Batanghari Unjuk Rasa ke PLN Muara Bulian

Kamis, 05 November 2015 20:36:06 wib
Gabungan Sembilan LSM Demo PLN Muara Bulian

JAMBIDAILY BATANGHARI-Belasan aktivis berasal dari Sembilan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dalam Kabupaten Batanghari, Kamis (5/11) melakukan unjuk rasa di depan kantor Perusahaan Listrik Negara (PLN) rayon Muara Bulian.

Dalam aksi unjuk rasa tersebut, mereka menyoroti kinerja PLN yang dinilai kurang memberi pelayanan ke masyarakat, mulai dari seringnya pemadaman listrik, perbedaan biaya jasa pemasangan amper dan menolak wacana pencabutan subsidi listrik oleh pemerintah pusat.

"Kita meminta pihak PLN memperbaiki pelayanan kepada masyarakat, jangan ada lagi pungutan biaya pemasangan diluar aturan,"gugat Korlap Aksi, Amir Todak, dalam orasinya.

Selain tiga hal itu pendemo juga sempat mempertanyakan transparansi pihak PLN terkait keberadaan tiang listrik bekas yang diganti.

"Kita juga mempertanyakan Keberadaan tiang-tiang listrik yang diambil pihak PLN karna beberapa banyak tiang yang sudah ganti, kemana hilangnya yang di ambil itu," tambah mahyudin salah satu anggota masa aksi saat berorasi.

Setelah berorasi selama satu jam lebih, akhirnya lima orang perwakilan mereka diterima oleh Manager Rayon PT PLN Muara Bulian, Arlin Sihombing di ruang kerjanya.

Menanggapi tuntutan para pengunjuk rasa itu, Arlin, menjelaskan bahwa terkait seringnya terjadi pemadaman listrik di Batanghari saat ini adalah di luar kendali pihaknya, karena kondisi saat ini terjadi overload dan belum opitmalnya daya yang dihasilkan PLTA Padang.

Sedangkan masalah pencabutan subsidi listrik untuk amper yang berkapasitas dari 450 volt ampere sampai dengan 900 volt amper itu adalah kebijakan pusat.  Ini karena dinilai banyak terjadi ketidak sesuaian para penerima subsidi.  Dan saat ini pihak PLN sedang melakukan pendataan.

"Pemerintah mau mengurangi subsidi, kita tidak ada lagi pemasangan 450 sampai 900 volt ampere karena banyak yang tidak sesuai kondisi bagi penerimanya, dan untuk Kabupaten Batanghari saat ini ada lebih kurang 11 ribu untuk pemakai 450 volt tersebut dan kalau digabung dengan pemakai 900 volt, Lebih kurang tiga puluh ribu,"jelasnya.

Saat ini pihaknya sedang melakukan pendataan terkait masalah pencabutan subsidi listrik oleh pemerintah tersebut. Adapun tentang tuntutan pendemo yang menanyakan keberadaan tiang listrik bekas, Arlin hanya menjawab singkat, menurutnya pemdemo keliru jika menanyakan hal itu kepadanya dan juga bukan hak pendemo menerima hasil laporan pihaknya.

"Kita juga sedang melakukan pendataan ulang terkait penerima subsidi dari pemerintah, karena banyak ditemukan tidak sesuai.  Kalau masalah keberadaan tiang bekas itu tanyakan kepada pengelola pengadaannya bukan ke kita,"pungkasnya.(jambidaily.com/RED)

KOMENTAR DISQUS :

Top