Selasa, 19 Februari 2019 |
Pendidikan & Teknologi

Seminar Pangan, Ini Harapan H Zumi Zola

Senin, 31 Oktober 2016 20:50:34 wib
Gubermur Jambi H Zumi Zola membuka Seminar Pangan

JAMBIDAILY IPTEK-Gubernur Jambi, H.Zumi Zola, S.TP,MA berharap agar seminar tentang pangan  bisa menghasilkan cara peningkatan nilai tambah bahan pangan.

Hal itu dikemukakan oleh Zola dalam Pembukaam Seminar dan Lokakarya Forum Komunikasi Pendidikan Tinggi - Teknologi Pertanian Indonesia(FKPT - TPI), dengan Universitas Jambi sebagai panitia penyelenggara, Senin 31 Oktober 2016 bertempat di Ballroom Hotel Novita.

Seminar dan lokakarya tentang pangan tersebut sangat penting, sejalan dengan Program Ketahanan Pangan yang sering dikemukakan oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.

"Pemerintah Provinsi Jambi tentunya sangat mendukung Program Ketahanan Pangan Pemerintah Pusat. Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Pemerintah Provinsi Jambi, pertanian merupakan salah satu prioritas dalam pembangunam Provinsi Jambi,"paparnya.

Banyak tantangan yang dihadapi dalam mewujudkan ketahanan pangan, diantaranya, perubahan iklim, alih fungsi lahan dari pangan ke non pangan, petani menginginkan adanya jaminan harga komoditi pangan, sehingga setelah panen, harga komoditi tidak jatuh.

Zola mengharapkan agar pertanian tidak hanya menghasilkan bahan baku, tetapi bisa menghasilkan suatu produk yang bisa memberikan added value (nilai tambah) terhadap komoditi pangan. Zola mencontohkan, Kentang Kerinci yang diolah menjadi Dodol Kentang Kerinci, kulit kayu manis diolah menjadi sirup kulit manis.

"Perlu kemandirian pangan yang berbasis pada pangan lokal, tidak lepas dari sentuhan teknologi, diversifikasi atau keragaman pangan dalam mendukung terwujudnya ketahanan pangan.

"Saya juga berharap ada pemikiran untuk terobosan-terobosan pembangunan pertanian dari seminar ini,"harap Zola.

Selain itu, Zola mengapresiasi para petani sebagai garda terdepan dalam ketahanan pangan sembari mengatakan, pemerintah terus mendorong petani untuk mengembangkan usaha pertanian.

Pembantu Rektor Bidang Akademik Universitas Jambi, Dr. Ir. Raden Muthalib mengemukakan, dalam seminar ini perlu juga dipikirkan bagaimana cara meningkatkan harga sawit yang saat ini sedang rendah.

Raden Muthalib menyatakan, Universitas Jambi mengupayakan mahasiswa pertanian Universitas Jambi belajar 1 semester di Institut Pertanian Bogor (IPB).

Dekan Fakultas Pertanian Universitas Jambi, Dr.Ir.Daryati mengatakan, peranan teknologi pertanian sangat penting dalam pengembangan potensi pertanian, serta meningkatkan kemampuan dalam menghadapi trade area (perdagangan bebas).

Ketua Panitia, Dr.Mursalin,S.TP,M.Si menyampaikan, isu strategis dalam seminar dan lokakarya tersebut adalah pengelolaan potensi pangan daerah dan penerapan teknologi pertanian dalam pembangunan pertanian.

Mursalin mengatakan, seminar dan lokakarya ini diikuti oleh 31 perguruan tinggi Indonesia.

Turut hadir, Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Teknologi, Dr.Ir.Sam Herodian, MS, Kepala Rektorat Harmonisasi Kebijakan dan Program Inovasi Kementerian Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi, Dr.Ir.Adawiyah,M.Si, Sekretaris Dirjen Industri Agro Kementerian Perindustrian, Ir.Enny Ramaningtyas,MS, dan Direktur Badan Pengelolaan Dana Perkebunan Kelapa Sawit, Dr.Ir.Bayu Krisnamurthi, MS.(*)


Penulis    : Mustar Hutapea
Foto        : Agus
Editor     : Hery FR

KOMENTAR DISQUS :

Top