Senin, 21 Oktober 2019 |
Kesehatan & Olahraga

September 2019, Penderita ISPA di Tanjabtim 2.739 Kasus

Minggu, 06 Oktober 2019 19:58:28 wib
Ilustrasi/google.com
JAMBIDAILY TANJABTIM - Meski kabut asap di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) perlahan mulai menghilang. Namun pada bulan September lalu, Dinas Kesehatan mencatat penderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) mencapai 2000 lebih kasus.

Selama kurang lebih Tiga bulan, masyarakat Kabupaten Tanjabtim dikepung asap pekat. Bahkan Dinas Lingkungan Hidup Tanjabtim sempat mencatat hingga pertengahan bulan September lalu kualitas udara cenderung tidak sehat dan berbahaya, akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang terjadi di Tanjabtim.

Kepala Dinas Tanjabtim, melalui Kabid P2P, Jumiati mengatakan, hingga September ini jumlah penderita ISPA di Tanjabtim tembus angka 2.739 kasus.

"Angka 2.739 tersebut bukan angka global, melainkan berdasarkan data pada bulan September saja," katanya.

Menurutnya, ISPA di Kabupaten Tanjabtim selama Karhutla cukup tinggi. Berdasarkan data yang terhimpun pihaknya, selama Agustus hingga September penderita ISPA di Tanjabtim nyaris mencapai 5.000 kasus.

"Karhutla sangat berdampak bagi kesehatan masyarakat Tanjabtim, tercatat kasus ISPA di Tanjabtim selama Agustus hingga September selalu naik angkanya nyaris tembus 5000 kasus," bebernya.

"Apalagi puncaknya pada Dua bulan terakhir Agustus dan September," sambungnya.

Dari dampak ISPA tersebut, lanjutnya, beberapa keluhan masyarakat umumnya menderita sakit tenggorokan, sesak nafas dan batuk. Terlebih bagi mereka yang memiliki sensitif atau riwayat gangguan pernapasan seperti asma dan lainnya.

"Dari data yang dirangkum dari Puskesmas yang ada di KabupatenTanjabtim, selama periode Agustus terjadi 2.208 kasus ISPA, sedangkan di bulan September kembali meningkat menjadi 2.739 kasus. Rata-rata masyarakat mengeluhkan kondisi kesehatan di bagian tenggorokan dan batuk pilek," sebutnya.

Pantauan di lapangan saat ini kondisi udara di Tanjabtim jauh lebih membaik dari beberapa hari sebelumnya. Meski kabut asap masih terlihat samar, namun tidak terlalu menggangu. Ditambah hujan yang mulai intens mengguyur dan hembusan angin.

Penulis : Hendri Rosta /Editor. : Hendry Noesae

KOMENTAR DISQUS :

Top