Kamis, 21 Juni 2018 |
Ekonomi

Setelah Dibongkar, Rumah Nek Semah Dibiarkan Terbengkalai

Senin, 19 Februari 2018 01:01:36 wib

JAMBIDAILY MUARASABAK - Setelah diberitakan media online beberapa waktu lalu terkait kondisi rumah Nek Semah, warga Jalan Perikanan RT 07 Kelurahan Kampung Laut, Kecamatan Kuala Jambi, Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), yang kondisi rumahnya tidak layak untuk dihuni. Sempat mendapat perhatian dari Pemerintah Kecamatan dan Dinas Sosial.

Beberapa bantuan pun diberikan kepada Nek Semah, mulai dari bantuan kasur, bantal dan bahan material seperti kayu. Saat itu Pemerintah Kecamatan dengan dibantu warga setempat membongkar rumah Nek Semah tujuannya agar rumah yang sudah tidak layak untuk ditempati tersebut dapat diperbaiki.

Namun sayangnya, setelah dibongkar rumah tersebut dibiarkan terbengkalai. Pasalnya, bantuan material yang diberikan belum cukup untuk membangun rumah nek Semah dengan ukuran 8x5 m itu. Karena tidak cukupnya bahan material.

"Ya, sudah 12 hari rumah ini terbengkalai. Masih banyak material yang kurang," kata Basri, anak dari Nek Semah, saat ditemui di rumahnya Minggu (18/2).

Terbengkalainya, perbaikan rumah tersebut, menambah beban bagi anak Nek Semah. Sebab menurutnya, jika ia tahu rumah orang tuanya akan terbengkalai seperti ini, dari awal dia tidak mengizinkan rumah tersebut dibongkar. 

"Ada sedikit kecewa. Kalau tahu jadi seperti ini, pasti awalnya kami tidak mau membongkarnya," sebutnya.

Karena keterbatasan ekonomi, maka ia tidak mampu membangun kembali rumah orang tuanya. Basri sempat berinisiatif untuk membeli atap yang terbuat dari daun. Namun, itu semua juga butuh biaya, setidaknya 500 keping atap daun yang diperlukan. 

"Jangankan mau bangun rumah orang tua saya, rumah saya saja juga rusak dan kecil. Di rumah kami juga bersempit-sempitan dengan anak dan bini saya," ungkapnya. 

Karena kondisi rumah belum bisa ditempati, saat ini Nek Semah terpaksa menumpang dirumah anaknya. Untuk bahan material yang masih dibutuhkan, yaitu atap seng sebanyak 40 keping, GRC 20 keping dan papan sekubik setengah. 

"Kami sangat berharap sekali rumah ini bisa selesai dibangun, supaya bisa ditempati. Kami tidak ada uang untuk membangunnya lagi," tukasnya.(*)


Penulis: Hendri R
Editor: Hery FR

KOMENTAR DISQUS :

Top