Jumat, 21 September 2018 |
Ekonomi

Shell Marine Dukung Upaya Pemerintah untuk Mengembangkan Sektor Transportasi Laut dan Perikanan

Rabu, 28 Februari 2018 17:54:26 wib
Filling line operator sedang mengawasi pengisian pelumas di pabrik pelumas Shell yang berlokasi di Marunda, Bekasi.

JAMBIDAILY JAKARTA - 28 Februari 2018, Menurut data terkinidari Badan Pusat Statistik, Gross Domestic Product (GDP) untuk kategori transportasi lautbergerak naik di kuartal kedua 2017 dari 0,85% pada Q1 2017 menjadi 3,07. Guna mendukung pertumbuhan ekonomi di sektor tersebut, Pemerintah Indonesia memusatkan perhatian untuk menggarap infrastruktur transportasi maritim melalui pengembangan tol laut. Langkah nyata yang dilakukan oleh Pemerintah Indonesia adalah membangun 24 pelabuhan komersial dan lebih dari seribu pelabuhan non-komersial. Melihat realisasi inisiatif pemerintah, PT Shell Indonesia melalui lini bisnis Shell Marine juga turut serta mendukung upaya pengembangan sektor transportasi laut dan perikanan.

“Shell senantiasa turut mendukung agenda Pemerintah dipengembangan sektor transportasi laut khususnya dalam bentuk penyediaan pelumas guna menunjang kegiatan operasional kapal dengan berbagai rute baru di Indonesia. Kami percaya pemilihan pelumas yang tepat dapat mengurangi biaya pelumasan dan mengoptimalkan kerja mesin kapal. Dengan menggunakan pelumas Shell Marine, pelanggan tidak hanya mendapatkan keuntungan dari produk berkualitas namun juga dukungan teknis yang telah dinikmati oleh pelanggan kami di seluruh dunia,” papar Vanda Laura, Global Brand and Communications Manager Shell Marine.

Pada tahun ini Shell Marine menghadirkan produk terbarunya yaitu Shell Marine 40 yang dirancang khusus untuk merawat dan mengoptimalkan kinerja mesin kapal penangkap ikan dan kapal tunda. Shell Marine 40 dilengkapi dengan aditif yang membantu mesin bekerja lebih efisien dan sekaligus menjaganya dari korosi. Shell Marine 40 dihadirkan bukan sekedar untuk memperluas portfolio, namun juga sebagai salah satu cara untuk menyokong upaya pemerintah untuk miningkatkan produktifitas nelayan sehingga dapat memajukan industri perikanan. Mengingat ekspor hasil laut menjadi salah satu agenda kerja pemerintah.

Shell Marine telah melayani lebih dari 10.000 kapal di seluruh dunia, mulai dari kapal tanker besar hingga perahu nelayan kecil di lebih dari 700 pelabuhan di 60 negara. Dengan pengalaman yang luas dalam industri transportasi maritimselama lebih dari 100 tahun, Shell Marine secara konsisten bekerja sama dengan para konsumen untuk membantu menekan biaya pelumasan dengan meningkatkan kinerja mesin kapal. Salah satu keberhasilan ini dilakukan melalui inisiatif dukungan teknis Shell Lube Monitor,sebuah program pemantauan kondisi silinder untuk mesin dua-tak yang mampu mengidentifikasi adanya potensi penghematan hingga US$12.000 atau sekitar Rp. 165.000.000 per tahun untuk satu kapal kontainer. 

Untuk menjaga kelancaran distribusi dan penjualan pelumas di sejumlah pelabuhan komersial dan non komersial di Indonesia, Shell Marine bekerja sama dengan beberapa distributor untuk mengoperasikan sejumlah sentra pasokanyang berlokasi di Medan, Batam, Palembang, Jakarta, Surabaya, Pontianak, Banjarmasin, Balikpapan, Tarakan, Makassar, Bitung dan Sorong. Bagi pelanggan internasional yang berlabuh di Indonesia, pelumas Shell Marine tersedia di tiga pelabuhan utama, yaitu Jakarta, Surabaya dan Medan. Kebutuhan pelumas perkapalan di Indonesia diproduksi di pabrik pelumas Shell yang berlokasi di Marunda, Bekasi.

Tentang PT Shell Indonesia
Sejarah Royal Dutch Shell di Indonesia dimulai sejak lebih dari 100 tahun lalu dengan penemuan minyak pertama di Pangkalan Brandan, Sumatera Utara.

Shell saat ini memiliki kehadiran bisnis hilir yang terintegrasi kuat di Indonesia. Shell merupakan perusahaan minyak dan gas bumi internasional pertama di Indonesia yang masuk ke bisnis retail bahan bakar minyak. Saat ini Shell memiliki 83 SPBU di Jabodetabek, Bandung, dan Sumatera Utara. Pada tahun 2006, Shell memulai bisnis Commercial Fuels (bahan bakar komersial), Marine (perkapalan) and Bitumen (aspal) di Indonesia. Selain itu, Shell menyediakan produk pelumas dan dukungan teknis kepada para pelanggan di sektor industri, transportasi dan pertambangan. Shell juga diakui sebagai perusahaan internasional terkemuka dengan pangsa pasar pelumas terbesar di Indonesia, melayani pengendara motor dan pelanggan industri. Komitmen Shell untuk berinvestasi di Indonesia dan mendukung perkembangan industri manufaktur di negara ini diwujudkan dengan dibangunnya pabrik pelumas Shell di Marunda, Bekasi dengan kapasitas produksi 136 juta liter (120 ribu ton) pelumas setiap tahunnya.

Di sektor hulu, Shell merupakan operator untuk blok Pulau Moa Selatan dan merupakan mitra strategis Inpex, operator Masela PSC yang meliputi lapangan gas Abadi. 

Tentang Shell Marine
Shell menyediakan pelumas untuk industri kelautan melalui bisnis Shell Marine. Bisnis ini melayani lebih dari 10.000 kapal, mulai dari kapal tanker besar sampai kapal nelayan kecil di lebih dari 700 pelabuhan di 60 negara. Shell Marine memberikan saran dan layanan teknis untuk membantu pelanggan mencapai hasil maksimal dari penggunaan produk pelumas di semua jenis mesin dan peralatan kapal.


Sumber: Rilis Shell

KOMENTAR DISQUS :

Top