Sabtu, 26 Mei 2018 |
Wisata & Budaya

Simpang III Sipin Kota Jambi Diserang Belanda, Dalam Bingkai Minirama

Selasa, 27 Maret 2018 09:15:04 wib

POJOK MUSEUM - Tanggal 29 Desember 1948 jam 16.00 WIB Simpang III Sipin diserang pasukan para Belanda dari dua jurusan, yaitu Simpang Kawat dan Payo Sigadung. Pasukan TNI yang menuju Simpang III Sipin dengan komandannya Sersan Abu Bakar bersama Laskar Napindo pimpinan Sastro Suwandi melakukan perlawanan. 

Melihat situasi yang semakin genting karena Belanda berhasil merebut Kenali Asam dan Lapangan Terbang Pal Merah dan segera masuk ke dalam Kota Jambi, Laskar Napindo yang dipimpin oleh beberapa Perwira STD disertai ibu-ibu patugas dapur umum diperintahkan oleh Komandan STD untuk mengungsi ke luar Kota Jambi melalui Simpang III Sipin. 

Selain itu, juga diperintahkan mengevakuasi dokumen-dokumen militer beserta perlengkapan perang. Mereka tidak mengetahui bahwa ternyata Simpang III Sipin dikuasai Belanda. Kurang lebih 50 meter mendekati Simpang III Sipin mereka diberondong peluru oleh tentara Belanda sehingga sebagian besar rombongan gugur, di antaranya Rd. Ibrahim (putra Rd. Inu Kertapati), Kms. Agus, Sersan Bais, anggota Polisi Abdullah, dan lain-lain. 

Pasukan Keur Corps STD di bawah pimpinan Kapten A. Bakaruddin yang dipersiapkan di Broni (pabrik karet Rubber Unie) siap bergerak menembus pertahanan pasukan Belanda di Simpang III Sipin. Mendekati Simpang III Sipin rombongan pasukan Keur Corps STD melihat banyak korban, dan ketika rombongan bergerak sampai di Simpang III Sipin secara tiba-tiba mendapat serangan senapan mesin dari arah kanan-kiri jalan. 

Pertempuran sengit pun terjadi dan menelan banyak korban. Setelah pertempuran mereda, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Dusun Sungai Duren. Setibanya di Sungai Duren rombongan disambut Pasirah Kepala Marga Mestong Sulaiman dan masyarakat setempat. 

Berhasilnya rombongan beserta berkas-berkas penting sampai di Dusun Sungai Duren berkat pengorbanan Komandan Pasukan Keur Corps STD Kapten A. Bakaruddin dan tiga anggotanya, yaitu Sersan Tengku Mahmud, Kopral Sulaiman, dan Prajurit M. Bongkok yang gugur dalam pertempuran di Simpang III Sipin serta pejuang lainnya. Jenazah mereka dimakamkan di Dusun Sungai Duren.

 

Sumber: Museum Perjuangan Rakyat Jambi

LAINNYA

KOMENTAR DISQUS :

Top