Selasa, 21 Agustus 2018 |
Pendidikan & Teknologi

STAI SMQ Bangko Akan Punya Kampus Baru, Al Haris Letakan Batu Pertama

Senin, 06 Agustus 2018 12:02:04 wib

JAMBIDAILY MERANGIN - STAI SMQ Bangko akan punya kampus baru, di Desa Langling Kecamatan Bangko. Peletakan batu pertama pembangunan kampus tersebut, (Senin, 6/8) dilakukan Bupati Merangin H Al Haris.

Pada acara yang dihadiri Koordinator Kopertis wilayah 13 Jambi Prof Dr. H. Hadri Hasan, MA itu bupati menegaskan, lokasi pembangunan kampus baru STAI SMQ Bangko sangat strategis.

‘’Saya yakin apa yang menjadi impian punya kampus baru, sebagaimana masteplan yang terpampang ini akan menjadi kenyataan. Kita juga akan ‘jemput’ bantuan dari pusat,’’ujar Bupati.

Keberadaan STAI SMQ Bangko lanjut bupati, sangat banyak memberi manfaat buat putra putri Kabupaten Merangin. Terutama untuk anak-anak yang tinggal di dusun dalam Kabupaten Merangin.

Jika anak-anak Merangin kuliah di daerah lain jelas bupati, tentu akan membutuhkan dana yang tidak sedikit, dengan adanya STAI SMQ Bangko ini anak-anak yang tinggal di dusun bisa bermotor kuliah di STAI.

Diakui bupati STAI SMQ Bangko tidak  hanya diminati generasi muda Merangin, tapi juga ibu-ibu rumah tangga banyak yang ikut kuliah di kampus tersebut.

Untuk menghargai para alumni STAI SMQ Bangko itu, bupati pada tahun ini akan membuka pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), untuk formasi pendidikan STAI.

Tidak tanggung-tanggung, formasi STAI itu akan diterima sebanyak 100 orang. Bagi mereka yang lulus CPNS nanti akan ditempatkan di sekolah-sekolah dasar di dusun yang belum mempunyai guru Agama Islam.

Sementara itu menurut Ketua Yayasan SMQ Bangko H Satar Saleh, sekarang ini Kabupaten Merangin masih kekurangan tenaga ahli bahasa, ahli mesin dan ahli pertambangan.

Untuk itu kedepannya STAI SMQ Bangko akan membuka Prodi Bahasa, Pertambangan dan Mesin. Saat ini STAI gko sudah mempunyai enam prodi. Sedangkan calon mahasiswa baru yang mendaftar tahun ini sebanyak 348 orang.

‘’Kita jangan mau menjadi penonton di daerah kita sendiri. Jika ada orang Jepang ke sini kita harus bisa bahasa Jepang dan bahasa lainnya seperti Mandarin, Jerman yang menjadi bahasa perdagangan dan mekanik,’’pinta H Satar Saleh. (teguh/humas)

KOMENTAR DISQUS :

Top