Sabtu, 18 Januari 2020 |
Peristiwa

Sudah 1.259 Jiwa Masyarakat Gunung Agung yang Mengungsi

Kamis, 21 September 2017 20:05:15 wib
Foto: (dok Istimewa)/detik.com

JAMBIDAILY DENPASAR, Bali - Walau Pemerintah Kabupaten Karangasem maupun Pemprov Bali belum mengeluarkan perintah evakuasi, seribuan warga di sekitar Gunung Agung telah mengungsi secara mandiri. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sudah ada 1.259 jiwa mengungsi di posko-posko yang telah ditentukan.

"Pendataan pengungsi terus dilakukan. Jumlah pengungsi terus bergerak naik. Meskipun kepala daerah setempat belum memerintahkan secara resmi mengungsi, namun warga sudah mengungsi," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho kepada detikcom, Kamis (21/9/2017).

Data yang terkumpul hingga pukul 18.00 WITa menunjukan angka 1.259 jiwa telah mengungsi. Akan tetapi, angka ini belum final karena pendataan lebih lanjut masih dilakukan bersamaan dengan warga yang berinisiatif meninggalkan rumahnya ke posko pengungsian.

"Data sementara dari Pusdalops BPBD Bali saat ini, terdapat 1.259 jiwa pengungsi di 8 pos pengungsian," ujar Sutopo.

Kawasan Rawan Bencana 3 atau radius 7 Km dari kawah Gunung Agung dihuni oleh 49.485 jiwa yang berasal dari 6 desa di Kabupaten Karangasem. Titik pengungsian induk telah ditetapkan sebanyak 4 unit di Buleleng, Karangasem dan Klungkung.

"Pendirian tenda, MCK, dapur umum, logistik, kendaraan evakuasi dan lainnya masih terus disiapkan oleh berbagai pihak, baik dari BPBD, TNI, Polri, SKPD, PMI, relawan dan lainnya," ucap Sutopo.

Berikut rincian jumlah pengungsi berdasarkan lokasi pos pengungsian dari BNPB:

1. Di Desa Les Buleleng, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng, terdapat 222 jiwa pengungsi. Terdiri dari 124 jiwa laki-laki dan 98 jiwa perempuan. Mereka berasal dari 4 dusun yaitu Dusun Pengalusan, Belong, Bunga dan Pucang.

2. Di aula kantor Desa Tembok, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng, sebanyak 114 jiwa. Pengungsi dari Dusun Bahel, Desa Dukuh, Kecamatan Kubu.

3. Di gudang milik Dewa Nyoman Rai di Desa Tembok, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng , sebanyak 42 jiwa. Mereka berasal dari Dusun Panda Sari, Desa Dukuh , Kecamatan Kubu.

4. Pengungsi mandiri di rumah warga atau kerabatnya sebanyak 23 jiwa di Desa Tembok, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng.

5. Pengungsi mandiri di rumah warga di Desa Sambirenteng, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng, sebanyak 18 jiwa.

6. GOR Swecaparu, Kecamatan Klungkung, Kabupaten Klungkung , sebanyak 378 jiwa pengungsi yang berasal dari Desa Sebudi, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem. Dari 378 jiwa, mereka berada di GOR Swecaparu sebanyak 84 KK (327 jiwa), yaitu 143 jiwa pria dan 184 jiwa perempuan, serta 14 KK (51 jiwa), dimana 19 jiwa pria dan 32 jiwa perempuan. Mereka melakukan evakuasi mandiri dan tinggal di kerabatnya.

7. Wantilan Pura Puseh Tebola, Desa Sidemen, Kecamatan Rendang , Kabupaten Karangasem, sebanyak 292 jiwa. Pengungsi berasal dari Dusun Sebun dan Dusun Sogra.

8. Pos Balai Banjar Desa Adat Sanggem, Desa Sangkan, Kabupaten Karangasem, sebanyak 170 jiwa. Pengungsi berasal dari Banjar Dinas Yehe dan Sebudi. 

 


(vid/jor)/detik.com

KOMENTAR DISQUS :

Top