Jumat, 25 Mei 2018 |
Peristiwa

Sudah Banyak Warga yang Jatuh Ke Sungai, Jembatan Penghubung di Desa Kuala Dendang Butuh Perhatian Lebih

Minggu, 29 April 2018 16:33:49 wib
kondisi jembatan

JAMBIDAILY MUARASABAK - Jembatan penghubung antara Dusun Makmur dan Dusun Indah di Desa Kuala Dedang, Kecamatan Dendang, Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), sangat memperihatinkan pasalnya tidak sedikit pengguna jalan terjatuh, saat melintasi jembatan yang sebenarnya sudah tidak layak untuk dilalui tersebut.

Jembatan semi permanen yang diperkirakan kurang lebih sepanjang 64 meter itu, lantainya disana-sini sudah banyak yang berlobang. Hal itu yang membuat pengguna jalan kerap jatuh saat melintas dijembatan. 

"Kalau motor jatuh sering, cemano idak jatuh, jembatan tu cumo mengandalkan papan duo keping itu pun sudah lapuk, apolagi kalau pas hujan agak licin itu yang sering orang jatuh,"kata M. Hayat salah seorang warga RT.01 Dusun Makmur, Desa Kuala Dendang, yang kental berlogat daerah setempat, Minggu (29/4/2018).

Selain itu yang lebih memperihatinkan lagi tambahnya, rasuk dari jembatan yang menggunakan kontruksi beton, sudah menimbulkan keretakan dibeberapa titik. Dan hal itu juga yang kini menjadi kekhawatiran. Warga takut, jembatan itu sewaktu-sewaktu dapat ambruk dan menimbulkan korban jiwa. 

"Yang parahnyo lagi rasuk jembatan tu sudah banyak yang retak. Takutnyo pas ado yang lewat jembatan roboh karena sudah dak mampu lagi menahan beban. Apolagi jembatan kito nih tau dewek lah anak-anak sekolah ramai lewat di jembatan,"ucapnya.

Hal sama dikatakan Ibu Rosmanidar warga RT.02 Dusun Makmur Desa Kuala Dendang, yang pernah terjatuh karena terperosok kelubang, padahal waktu itu dirinya hanya berjalan kaki saat melewati jembatan tersebut.

"Waktu itu saya mau ke Dusun Indah pas lewat jembatan saya terjatuh karena kaki saya masuk ke lubang, sebenarnya saya takut untuk lewat di jembatan itu cuma karena merupakan jalan terdekat kalau mau ke parit 13 ya mau tidak mau terpaksa lewat juga," keluhnya.

Dalam hal ini, Pemerintah diharapkan dapat segera memperbaiki jembatan tersebut, karena kondisi jembatan sudah sangat membahayakan untuk dilalui baik itu warga sekitar maupun pengguna jalan lainnya.

"Ya kalau harapan kami jembatan ini bisa cepat diperbaiki karena sudah sangat membahayakan," timpal Jono kepada media ini.

Untuk diketahui, jembatan semi permanen berlantai papan berkontruksi tiang dan rasuk beton itu, dibangun pada Tahun 2011 dengan menggunakan dana PNPM Mandiri Pedesaan kemudian, belum sampai setahun bagian tengah jembatan ambruk. Ambruknya jembatan diduga karena pada saat pekerjaan pembangunan jembatan tidak dilakukan sesuai spesifikasi.

Sementara, di Tahun 2017 Pemkab Tanjabtim sempat menggelontorkan dana tanggap darurat untuk memperbaiki bangunan jembatan sepanjang 20 Meter. Namun hal itu belum optimal sebab, jembatan dengan panjang kurang lebih 64 meter tersebut tiang yang menjadi penopang jembatan sudah banyak yang menggantung dirasuk. Parahnya lagi rasuknya pun sudah benyak menimbukan keretakan sehingga, bukan tidak mungkin jembatan bakal memakan korban jiwa jika tidak cepat dilakukan perbaikan. (*) 


Penulis: Hendri R
Editor: Hendry Noesae

KOMENTAR DISQUS :

Top