Jumat, 24 November 2017 |
Wisata & Budaya

Suluk Bambu usai, Instalasi akan dipertahankan Teater Tonggak hingga Tutup Tahun

Senin, 13 November 2017 08:39:28 wib
Didin Siroz saat membacakan puisi di puncak menara langit/Photo: jambidaily.com/Hendry Noesae

JAMBIDAILY SENI, Budaya - Perhelatan suluk bambu yang digelar oleh Teater Tonggak berakhir Minggu malam (12/11/17) di arena terbuka taman budaya Jambi (TBJ), namun karya instalasi akan dipertahankan hingga tutup tahun 2017.

"kami akan pertahankan hingga akhir tahun 2017, jika tidak ada halangan pada pergantian tahun, seniman Jambi dapat berkumpul kembali di arena terbuka TBJ ini," Kata Hendry Nursal selaku Ketua pelaksana.

Dalam sambutannya Hendry Nursal mengucapkan terima kasih untuk dukungan semua pihak baik dari kalangan seniman, TBJ dan Disbudpar Provinsi Jambi maupun pihak-pihak lainnya.

"saya berterima kasih atas dukungan yang diberikan pada kegiatan ini, tentu banyak kekurangan disana-sini, saya mewakili seluruh kru dan keluarga besar Teater Tonggak memohon maaf yang sedalam-dalamnya, semoga dilain kesempatan dapat kami perbaiki," Ucapnya.

Hendry selain menyampaikan kata sambutan juga mengutarakan permohonan maaf Gubernur Jambi H.Zumi Zola Zulkifli,S.TP,MA karena belum berkesempatan hadir, tidak hanya itu satu karya puisi dari Zola juga dibacakan Hendry sebelum menutup kata sambutannya.

"Walaupun Permohonan maaf Pak Gubernur ini terkait undangan kami di malam yang lalu (Sabtu, 11/11/17), namun amanat ini selayaknya saya sampaikan kepada seluruh pengunjung yang hadir malam ini," Tutur Hendry Nursal.

Pertunjukan yang berlangsung dari 10 s.d 12 November 2017 tersebut pada malam penutupan dipenuhi pengunjung untuk menyaksikan beragam pertunjukan baik dari teater tonggak sendiri juga dari komunitas lainnya, seperti palerak pantang "Wak Kocai", demo melukis, teaterikal Sialang rayo, Teater AiR, pertunjukan hasil workshop ngaji tubuh, bengkel seni TBJ dan pembacaan puisi oleh Muhammad Husyairi.

Keseruan terjadi ketika Penonton yang hadir dibuat berpindah-pindah karena terdapat 4 titik yang menjadi panggung bagi komunitas yang turut terlibat dengan materi-materi unik dan pukau ratusan pasang mata di lokasi kegiatan suluk bambu.

Lalu penonton juga mendapat kejutan ketika seni rupa pertunjukan yang disuguhkan Teater Tonggak, tampak Didin Sirojuddin,S.Sn kepala TBJ turut ambil bagian berada dipuncak tertinggi dari Menara langit yang diciptakannya.

Disamping padatnya penonton, Kepala Disbudpar juga tampak hadir, Ujang Hariadi tidak hanya datang kali ini saja di Suluk Bambu namun dari hari pertama begitu antusias kadis menyaksikan.

"saya penasaran, maka saya datang kembali di malam penutupan, pokoknya sukses untuk Teater Tonggak, ini harus dilaksanakan kembali dan lebih besar," Ungkap Ujang Hariadi.

Berikut beberapa Foto dari jambidaily.com/Hendry Noesae(Instalasi Ide Bagus Putra/ Perjalanan Putih)

(Tulisan Incung/ Kuju Teater-FIB UNJA)

(Penonton saat menyaksikan/ Tampilan Tari olahan Bengkel Seni TBJ)

(Demo Melukis/ Boslan Tobing)

(Pertunjukan Menara Langit/ Teater Tonggak)

(Berbalut lumpur/ tampilan peserta Workshop ngaji tubuh)

(Teaterikal "opera manusia"/ Teater AiR)

(Teaterikal hasil Workshop di Instalasi Ruang karya Ja'Far Rassuh)

(tampilan hasil Workshop di Instalasi Ide Bagus Putra/ Perjalanan Putih)

(Foto bersama, kadis Budpar, Kepala TBJ, Ketua Teater Tonggak dan pendukung Menara Langit)

 

(Hendry Noesae)

 

 

Berita Terkait: 

KOMENTAR DISQUS :

Top