Selasa, 19 Februari 2019 |
Peristiwa

Sungai Tak Normal Karena PETI, Puluhan Rumah Terendam Air

Sabtu, 09 Mei 2015 22:31:00 wib
ft Ilustrasi.google.co.id

JAMBIDAILY BANGKO - Akibat hujan deras yang mengguyur, ditambah dengan aliran sungai tak lagi normal akibat aktifitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI), puluhan rumah di Desa Tiga Alur dan Desa Perentak Kecamatan Pangkalan Jambu digenangi air.

Informasi yang dihimpun, air mulai menggenangi pemukiman, disaat warga melaksanakan rutinitas sehari-hari, sekitar pukul 08.00 WIB, Jumat (08/05).

Camat Pangkalan Jambu M Kamil mengatakan, banjir terparah terjadi di  Desa Tiga Alur dan Desa Perentak. Diketahui setidaknya ada puluhan rumah yang digenangi banjir. Tetapi, pantauan terakhir sekitar pukul 11.00, air mulai beransur surut.

“Yang parah di Desa Tiga Alur dan Desa Perentak, tapi sekarang sudah mulai surut,” ungkap Kamil.

Diuraikannya, air mulai memasuki pekarangan rumah warga sekitar pukul 08.00 WIB, saat itu seluruh warga hendak melaksanakan rutinitas sehari-hari. Kemudian secara tiba-tiba air dari Sungai Batang Masumai meluap dan langsung masuk ke perkarangan rumah warga.

Warga yang menyaksikan kejadian tersebut tiba-tiba panik, dan berusaha menyelamatkan barang berharga.

“Saat itu warga akan mulai beraktifitas, tetapi tiba-tiba air sungai meluap dan masuk ke rumah warga, dan warga langsung berusaha menyelamatkan barang berharga,” jelasnya.

Tidak hanya pekarangan rumah warga, M Kamel menyebutkan jika Kantor Camat Pangkalan Jambu serta beberapa sekolah hampir ikut terendam. Namun karena luapan sungai tidak begitu besar, air hanya sebatas mata kaki orang dewasa.

“Air hampir masuk ke Kantor kita (Camat,red) tetapi hanya sebatas mata kaki orang dewasa Hingga saat ini kami masih melakukan pendataan, berapa jumlah pasti rumah warga yang terendam banjir,” tambahnya.

Ditanya apakah masih ada potensi banjir susulan, mantan Sekretaris
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Merangin ini mengatakan, potensi banjir susulan bisa saja terjadi. Pasalnya saat ini cuaca di Kecamatan Pangkalan Jambu masih mendung.

“Bisa saja ada banjir susulan, karena cuaca sedang mendung, untuk itu kami memperingatkan warga agar berhati-hati dan waspada terhadap banjir susulan,” katanya.

Terpisah Kapolres Merangin AKBP Munggaran Kertayuga melalui Kapolsek Sungai Manau IPTU Nursan Subagyo membenarkan kalau beberapa desa di Kecamatan Pangkalan Jambu digenangi air. Air tersebut berasal dari Sungai Batang Merangin yang meluap.

“Benar, saat ini masih kita lakukan pemantauan dilapangan. Ada dua desa yang terendam banjir,” ungkap IPTU Nursan.

Hingga berita ini diturunkan, ketinggian air mulai berkurang. Dan warga sedang membersihkan perkarangan rumah dari genangan lumpur serta sampah yang terbawa air sungai. (jambidaily.com/NZR)

KOMENTAR DISQUS :

Top