Selasa, 17 Juli 2018 |
Jurnal Publik

Tahukah Anda? Selain sebagai Minuman Diet, Green Tea memiliki banyak manfaat lain bagi tubuh

Minggu, 24 Juni 2018 20:04:10 wib

*Oleh: Giananda Nurbintang

JURNAL PUBLIK - Teh merupakan tanaman yang dikenal luas dan merupakan salah satu produk minuman terpopuler yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia maupun masyarakat dunia karena teh mempunyai rasa dan aroma yang khas. Menurut survei dari berbagai  lembaga riset antara lain AC ielsen, MARS dan SWA pada tahun 2000 hingga 2003 menunjukkan bahwa tingkat penetrasi teh mencapai lebih dari 95%. Hal ini menandakan bahwa minuman teh sering dikonsumsi oleh setiap anggota masyarakat. Oleh sebab itu, saat ini mulai dikembangkan pengobatan alternatif yang lebih aman dengan menggunakan tanaman hijau, salah satunya adalah teh hijau (Carmellia sinensis). Berdasarkan tingkat oksidasi nya, teh dapat dibagi menjadi teh hijau, teh oolong, dan teh hitam.

Green tea atau yang lebih sering dikenal dengan teh hijau merupakan minuman penyegar yang sangat legend khususnya di negara Asia karena dikenal dapat memberikan efek santai dan sebagai penenang serta dapat meningkatkan konsentrasi saat bekerja. Akan tetapi, selain dari itu green tea atau teh hijau juga  memiliki manfaat yang sangat banyak bagi kesehatan tubuh. Teh hijau jauh lebih banyak manfaatnya dibandingkan dengan teh hitam karena teh hitam diproses dengan cara difermentasi, sehingga jumlah antioksidan dan polifenol pada teh hijau lebih unggul. Begitu juga dengan kandungan Vitamin E, vitamin C dan vitamin lainnya. Polifenol dalam teh hijau sangat berpengaruh terhadap kesehatan rongga mulut khusus nya sebagai anti bakteri. 

Green tea atau teh hijau sering disebut-sebut sebagai minuman diet, padahal teh hijau memiliki banyak manfaat lain bagi tubuh yang jarang sekali diketahui oleh sebagian besar masyarakat. Disebut sebagai minuman penurun berat badan karena menurut beberapa penelitian menyebutkan bahwa kandungan polifenol pada teh hijau bisa membuat metabolisme dalam tubuh meningkat sehingga tubuh manusia tidak berhenti membakar kalori untuk diubah menjadi energi bahkan dalam keadaan tertidur sekalipun serta dapat mengurangi nafsu makan. Teh hijau juga sangat bermanfaat bagi penderita diabetes karena dapat mengatur kadar glukosa tubuh dan mencegah lonjakan insulin yang tinggi serta dapat mengurangi resiko kolestrol dan trigliserida dalam darah. 

Selain sebagai minuman diet, ternyata teh hijau memiliki banyak manfaat lain bagi tubuh seperti menurunkan tekanan darah dan mencegah kanker, karena didalamnya terdapat antioksidan sebagai penangkal radikal bebas dan membunuh sel-sel kanker. Jenis kanker yang telah diteliti mampu dihambat pertumbuhannya oleh teh hijau meliputi kanker kandung kemih, kanker payudara, kanker ovarium, kanker esofagus, kanker usus, kanker paru-paru, kanker prostat, kanker lambung, kanker kulit dan kanker pankreas. 

Manfaat lain dengan adanya antioksidan dalam teh hijau ini  juga sebagai produk kecantikan. Antioksidan dan aktivitas anti-infalamasi dapat mengurangi kerutan kulit, kerusakan kulit akibat sinar UV dan penuaan kulit. Antioksidan lain seperti “Catechin” pada teh hijau juga berfungsi sebagai penghancur bakteri-bakteri dan virus-virus yang dapat menyebabkan infeksi pada tenggorokan dan kebusukan pada gigi. 

Zat lain yang terkandung dalam teh hijau yang bermanfaat pada proses penyembuhan luka yaitu flavonoid. Flavonoid pada teh hijau dapat mempercepat proses regenerasi jaringan pada prosses penyembuhan luka dan sebagai antioksidan alami. 

Menurut penelitian, manfaat lain dari minuman green tea atau teh hijau ternyata juga dapat mencegah dan mengurangi resiko Alzheimer dan Parkinson dengan melindungi sel-sel otak dari kematian dan mengembalikan sel-sel otak yang telah rusak.

Jarang diketahui, ternyata didalam teh hijau ini juga memiliki nutrisi atau zat gizi  seperti terdapat banyak asam folat, asam amino khusus seperti thiamin, flavonoid, kalium, mangan, seng serta Vitamin B1, B2 dan B6 yang tentunya sangat baik bagi kesehatan tubuh. 

Dalam mengonsumsi teh hijau, untuk menngkatkan efek antioksidan agar berfungsi dengan baik, teh hijau dapat ditambahkan dengan perasan lemon. Akan tetapi, selama mengonsumsi teh hijau disarankan untuk tidak mengonsumsinya sesaat setelah makan dan dengan berlebihan karena menurut beberapa penelitian menyebutkan bahwa konsumsi teh setelah makan dan konsumsi teh  yang berlebihan dapat menurunkan kadar zat besi dalam tubuh karena kandungan asam fitat, polifenol (tanin), katekin dan kafein dalam teh hijau dapat menghambat penyerapan zat besi dari makanan didalam saluran cerna dan berpengaruh pada kadar hemoglobin sehingga dapat beresiko anemia (kekurangan darah). Oleh sebab itu, sebaiknya teh hijau diminum pada saat di luar jam makan atau setidaknya 2 jam setelah makan atau 2 jam sebelum makan. 

Kurangi jumlah konsumsi teh hijau jika mengalami riwayat atau penyakit anemia, glaukoma serta gangguan jantung dan pembuluh darah. Jangan lupa untuk selalu berkonsultasi dengan dokter tentang pengaruh teh hijau terhadap obat-obatan yang sedang dikonsumsi.(*)  


Sumber
http://www.warassehat.com
http://www.dokterbabe.com 
Jurnal The Efect of Tea Consumption 
Jurnal Potensi Ekstrak Teh Hijau

 

 


...
Penulis Adalah:
Mahasiswi Perguruan Tinggi: STIKES Baiturrahim Jambi 
Program Studi: S1 - Ilmu Gizi

 

 

 

*isi/sumber/referensi dari Artikel sepenuhnya menjadi tanggung jawab Penulis

KOMENTAR DISQUS :

Top