Senin, 20 Agustus 2018 |
Kesehatan & Olahraga

Tak Lengkapi DPLH, KLH Tebo "Warning" Tutup Paksa

Kamis, 17 Desember 2015 11:31:19 wib

JAMBIDAILY KESEHATAN-Bagi kegiatan usaha yang belum menyusun atau melengkapi Dokumen Pengelolaan Lingkungan
Hidup (DPLH) maka siap-siap terancam ditutup paksa.

"Kegiatan usaha yang belum lengkapi DPLH bakal ditutup paksa,"tegas Kepala Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Tebo, Riswan PS, Rabu (16/12) kepada jambidaily.com, saat dikonfirmasi di Kantornya.

Tindakan tegas LH Tebo itu, sebagai upaya penegakkan PP 27 tahun 2012 tentang Izin Lingkungan.

Disebutkannya, dari sekian banyak kegiatan usaha menyangkut lingkungan yang telah terdata oleh KLH Tebo, belum lengkapi DPLH.

"Dari data kita, antara lain Hotel Alya, Hotel Nabila kedua hotel tersebut berada di Kecamatan Tebo Tengah.  Sedangkan enam hotel lainnya berada di Kecamatan Rimbo Bujang, Hotel Melisa ,Hotel Lestari, Hotel Yusi, Hotel Grand Ratu,Hotel Family, dan Hotel Linda,"paparnya.

Sedangkan usaha bidang klinik, cuma Klinik Gandi Medica yang belum lengkapi DPLH.

Untuk kegiatan usaha lainnya yang belum lengkapi DPLH adalah Kolam renang Water Zone Serumpun Bambu di Kecamatan Tebo Tengah, kolam renang Family Ilyan di Kecamatan Rimbo Ilir, Composting PTPN VI Rimbo Dua Kecamatan Rimbo Ilir dan Aspal Mix Plane (AMP) milik PT.Sumber Swarna Nusa (PT.SSN) di desa Pelayang Kecamatan Tebo Tengah.

"Saya minta pemilik klinik, praktek dokter, apotek, depot air minum, gedung walet dan usaha lainnya yang menyangkut kelola lingkungan yang ada dikabupaten tebo harus segera mengurus dokumen Surat Pernyataan Pengelolaan Lingkungan (SPPL) atau DPLH hingga batas 27 Desember 2015 mendatang,"tandasnya.(jambidaily.com/ARD)

KOMENTAR DISQUS :

Top