Sabtu, 26 Mei 2018 |
Peristiwa

Tangis TKW Parinah yang Tak Pulang 18 Tahun Saat Bertemu Keluarga

Kamis, 12 April 2018 11:05:21 wib
TKW Parinah bertemu keluarganya setelah 18 tahun tak pulang. Foto: Arbi Anugrah/detikcom

JAMBIDAILY CILACAP - Suasana haru dan senang terlihat saat Parinah, TKW yang 18 tahun tidak pulang di rumahnya bertemu keluarganya di Cilacap. Dia tiba di rumah anak pertamanya di Desa Nusawungu, Kecamatan Nusawungu, Cilacap sekitar pukul 09.26 WIB. 

Nurhamdan (29), satu dari tiga anak yang selama ini tidak pernah bertemu menyambutnya dengan pelukan serta berusaha membasuh kaki ibunya.

"Alhamdulillah senang, selama ini rasanya sedih, bingung setiap hari tidak ada yang diajak bicara (Selama menjadi TKW)," kata Parinah kepada wartawan, Kamis (12/4/2018)

Berulangkali Parinah tak henti-hentinya memeluk anak-anaknya yang dia tinggalkan ketika kecil. Selain ketiga anaknya Sunarti (36), Parsim (33) dan Nurhamdan (29), Parinah juga bertemu dengan cucunya yang selama ini belum pernah dia lihat.

"Ya cucunya belum ada yang lihat mbahnya, pas nikah kami juga tidak didampingi ibu," kata Parsim.

Menurut dia, dirinya tidak menyangka jika sang ibu telah pulang kembali kerumahnya. Dia pun tidak melupakan wajah sang ibu saat pertama kali bertemu setalah sekian tahun tidak bertemu.

"Senang ibu selamat sampai tujuan, saya tidak lupa sama wajah ibu. Dulu pas ditinggal saya umur 14 tahunan," jelasnya.

Koordinator P4TKI Cilacap, Ervi Kusumasari mengatakan jika pemerintah akan berusaha memperjuangkan hak-hak Parinah yang belum terpenuhi.

"Dia harus menerima (gaji), karena sudah bekerja sekian tahun, sudah mengorbankan berpisah dengan keluarga, mengorbankan waktu untuk bekerja, dan itu kewajiban dari majikan untuk memberikan hak-hak ibu Parinah," kata Evri.

Dia juga menjelaskan jika berdasarkan informasi, Parinah berangkat bekerja ke Arab Saudi pada 1999 melalui PT Afrida Duta.

"Kalau sekarang pakai sistem Komputerisasi Tenaga Kerja
Luar Negeri (SiskoTKLN) dan itu (keberangkatan Parinah) tidak terdata, makanya sedang dilacak. Saat tahun 1999 melalui PT Afrida Duta di Jakarta secara legal. Itu Tanaga penyalur ke Arab, tapi semua pendataannya masih manual. Makanya kita cek dulu perusahaannya masih ada apa tidak," jelasnya. 
(arb/sip)

 


(detik.com)

KOMENTAR DISQUS :

Top