Selasa, 17 September 2019 |
Wisata & Budaya

Tari Kecak, Nuansa Mistis dan Bikin Berdecak

Senin, 31 Juli 2017 08:08:23 wib
Photo: Ist/indonesiadaily.net

JAMBIDAILY BUDAYA-Tari Kecak, Nuasa Mistis dan bikin siapapun akan berdecak kagum dengan ritme irama dan gerak puluhan penari laki-laki yang duduk berbaris melingkar dan menyeruhkan “Cak-cak-cak”.

Itulah salah satu kekayaan seni tari yang melegenda dari Pulau Bali yang hingga kini terus dilestarikan dan menjadi salah satu icon daya tarik wisata saat mengunjungi pulau dewata tersebut.

Keserasian tarian dan alam dan nuansa mistis terasa, saat tarian tersebut dipertunjukkan saat sunset kawasan Pura Lot yang konon dibangun pada abad ke-15 oleh Danghyang Nirartha.

Dikutip dari laman wikipedia.org, menyebutkan, Kecak (pelafalan: /’ke.tʃak/, secara kasar “KEH-chahk”, pengejaan alternatif: Ketjak, Ketjack), adalah pertunjukan tarian seni khas Bali yang lebih utama menceritakan mengenai Ramayana dan dimainkan terutama oleh laki-laki.

Tarian ini dipertunjukkan oleh banyak (puluhan atau lebih) penari laki-laki yang duduk berbaris melingkar dan dengan irama tertentu menyerukan “cak” dan mengangkat kedua lengan, menggambarkan kisah Ramayana saat barisan kera membantu Rama melawan Rahwana.

Namun, Kecak berasal dari ritual sanghyang, yaitu tradisi tarian yang penarinya akan berada pada kondisi tidak sadar, melakukan komunikasi dengan Tuhan atau roh para leluhur dan kemudian menyampaikan harapan-harapannya kepada masyarakat.

Para penari yang duduk melingkar tersebut mengenakan kain kotak-kotak seperti papan catur melingkari pinggang mereka. Selain para penari itu, ada pula para penari lain yang memerankan tokoh-tokoh Ramayana seperti Rama, Shinta, Rahwana, Hanoman, dan Sugriwa.

Lagu tari Kecak diambil dari ritual tarian sanghyang. Selain itu, tidak digunakan alat musik. Hanya digunakan kincringan yang dikenakan pada kaki penari yang memerankan tokoh-tokoh Ramayana.

Sekitar tahun 1930-an Wayan Limbak bekerja sama dengan pelukis Jerman Walter Spies menciptakan tari Kecak berdasarkan tradisi Sanghyang dan bagian-bagian kisah Ramayana. Wayan Limbak memopulerkan tari ini saat berkeliling dunia bersama rombongan penari Bali-nya.

Sementara itu, ayobali.wordpress.com, menulis, umum isi cerita dalam lakon tari kecak menceritakan, karena akal jahat Dewi Kakayi ( ibu tiri ) Sri Rama , putra mahkota yang syah dari kerajaan Ayodya di asingkan dari istana ayah andanya Sang Prabu Dasarata.

Dengan di temani adik laki lakinya ( Laksamana ) serta istrinya ( Dewi Sinta ) yang setia, Sri Rama pergi ke hutan Dadanka. Pada saat mereka berada di hutan, mereka di ketahui oleh Prabu Dasamuka ( Rahwana ) seorang raja yang lalim, dan Rahwana terpikat oleh kecantikan Dewi Sita , ia lalu membuat upaya untuk menculik Sita, dan ia di bantu oleh patihnya Marica.

Denga kesaktian raksasa Marica menjelma menjadi seekor kijang emas yang cantik dan lincah. Dengan demikian merekapun berhasil memisahkan Sita dan Rama dan Laksamana. Rahwana lalu menggunakan kesempatan ini untuk menculik Dewi Sita dan membawanya kabur ke Alengka Pura.

Dengan mengdakan tipuan ini maka Rama dan Laksamana berusaha menolong Sita dari cekraman raja yang kejam itu, Atas bantuan bala tentara kera di bawah panglima Hanoman maka mereka berhasil mengalahkan bala raksasa Rahwana yang di pimpin oleh Meganada, oleh putranya sendiri. Akhirnya Rama berhasil merebut kembali istrinya dengan selamat.(*)

*Berbagai sumber/ft.Ist/indonesiadaily.net

KOMENTAR DISQUS :

Top