Rabu, 20 Maret 2019 |
Peristiwa

Tas Dikira Bom Ditemukan di Auckland Usai Penembakan Masjid Selandia Baru

Jumat, 15 Maret 2019 15:44:35 wib
Polisi Selandia Baru siaga usai penembakan brutal terjadi di dua masjid di Christchurch (REUTERS/SNPA/Martin Hunter)

JAMBIDAILY SELANDIA BARU - Kepolisian Selandia Baru memblokir area sekitar Victoria Street di pusat kota Auckland setelah dua tas yang dikira bom ditemukan beberapa jam usai penembakan brutal di dua masjid di kota Christchurch. Robot penjinak bom dikerahkan ke area tersebut. 

Seperti dilansir CNN dan media lokal, The New Zealand Herald, Jumat (15/3/2019), sejumlah mobil polisi dan satu mobil ambulans sempat dikerahkan ke lokasi.

Inspektur Polisi Karyn Malthus dari Kepolisian Auckland menuturkan, kepolisian awalnya mendapat laporan soal dua tas mencurigakan yang ditinggal begitu saja di kawasan Galway Street, Auckland City, tepatnya di Britomart Train Station. Laporan disampaikan pada Jumat (15/3) sore, sesaat usai pukul 17.00 waktu setempat. 

Warga setempat diimbau menjauhi area tersebut saat robot penjinak bom dikerahkan untuk memeriksa lebih dekat dua tas mencurigakan itu. Sesaat kemudian, dilaporkan terdengar suara ledakan dari area tersebut. 

Dalam pernyataannya, Kepolisian Auckland mengonfirmasi bahwa detonasi terkendali dilakukan di tengah kota Auckland. Ditegaskan kepolisian bahwa detonasi terkendali itu tidak terkait dengan penembakan brutal di dua masjid di wilayah Christchurch. 

"Pemblokiran dilakukan di sekitar area tersebut sebagai pencegahan dan Pasukan Pertahanan telah diberitahu. Baru saja, personel Pasukan Pertahanan melakukan peledakan terkendali terhadap tas-tas tersebut sebagai langkah pencegahan dan persoalan ini telah diselesaikan," tutur Malthus.

Hasil pemeriksaan lanjutan menunjukkan tas mencurigakan itu tidak berisi bom seperti kekhawatiran sebelumnya. 

"Polisi bisa mengonfirmasi bahwa tas-tas itu tidak mencurigakan dan berisi perlengkapan perancah (scaffolding)," tegas Malthus dalam pernyataannya.

Diketahui bahwa penembakan brutal di dua masjid di Christchurch menewaskan 40 orang dan melukai puluhan orang lainnya. Empat orang, yang terdiri dari tiga pria dan satu wanita, telah ditangkap otoritas setempat terkait penembakan brutal ini. 

Perdana Menteri (PM) Selandia Baru, Jacinda Ardern, mengecam keras penembakan brutal di Christchurch dan menyebutnya sebagai serangan teroris. "Sudah jelas bahwa ini sekarang hanya bisa disebut sebagai serangan teroris," tegas PM Ardern. 


(nvc/ita)/detik.com

KOMENTAR DISQUS :

Top