Rabu, 16 Oktober 2019 |
Wisata & Budaya

TBJ Perkenalkan Tari Bedeti Suku Anak Dalam di PPSS Ke-XXIII Tahun 2019 Provinsi Lampung

Jumat, 06 September 2019 09:58:37 wib
Tari Bedeti, Gedung Tertutup Taman Budaya Lampung/Foto: Sanusi dan Fery Apriyan/Jambidaily.com

JAMBIDAILY LAMPUNG - Taman Budaya Jambi (TBJ) UPTD Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jambi, hadirkan karya Tari Bedeti Suku Anak Dalam, diperhelatan Pameran dan Pergelaran Seni Se-Sumatera (PPSS) Ke-XXIII, 4-7 September 2019 di Provinsi Lampung.

Jambi sukses memperkenalkan Tari Bedeti kepada ratusan penonton yang memadati Gedung Tertutup Taman Budaya Lampung di Jl. Cut Nyak Dien No.24, Palapa, Kecamatan Tj Karang Pusat, Kota Bandar Lampung, Kamis (06/09/2019) malam.

"Tadi malam kita telah tampilkan Tari Bedeti, ini adalah seni tradisi asli dari Suku Anak Dalam di Desa Pelepat Kabupaten Bungo, Alhamdulillah sambutan baik dari rekan-rekan se-sumatera yang hadir pada PPSS Ke-XXIII kali ini. Kita juga dari TBJ memamerkan dua karya perupa Jambi, yaitu Suwarno dan Sanusi," Ujar Didin Sirojudin S.Sn, Kepala TBJ kepada jambidaily.com (Jum'at, 06/09/2019).

Pada momen PPSS KE-XXIII Tari Bedeti, melibatkan 6 Penari yaitu Wuviq Azizah, Nanda Febyanika, Alhit Tamaranti, Elinawati, Hidayah Nur Rahmah dan Nora Azizah. Penata Musik: Azhar MJ, Junaidi, Joko Satriyo, Rizki Ramadhan, lalu Artistik Pertunjukan: Didin Siroz.

Tari Bedeti, ditata oleh Alhit Tamaranti, penyesuaian beberapa komposisi bentuk dan penari dengan tidak meninggalkan gerakan utama yang sebelumnya dipertunjukan Teater Tonggak, Minggu (14/07/2019), hasil riset langsung kepada Suku Anak Dalam (SAD) kelompok Hari di Desa Pelepat Kabupaten Bungo Provinsi Jambi, dikemas dan disajikan apik Raja Rizki Maylando, selaku sutradara.

"Kita pantas mempertahankan eksistensi Tari bedeti yang hampir punah, Tari bedeti harus dilestarikan. Pengolahan Tari bedeti yang disajikan merupakan wujud kepedulian kita sebagai pemerhati seni budaya suku anak dalam," Jelas Raja, (Rabu, 10/07/2019) yang lalu.

Bedeti merupakan tuturan yang berisi Do'a kepada Sang Pencipta. Disampaikan oleh seorang dukun atau tetua yang berdiri paling depan memimpin prosesi Tari Bederi.Ada bermacam-macam Tari Bedeti. Setiap jenisnya disesuaikan dengan konteks acara yang berlangsung. Secara umum ada 3 jenis tari bedeti. Tari Bedeti Mandi Anak, Tari Bedeti Pernikahan, dan Tari Bedeti Persembahan. 

Tari bedeti mandi anak dilakukan dengan turun kelokasi air mengalir atau sungai menjelang matahari terbit. Kemudian seorang dukun memandikan anak tersebut sambil bertutur yang mengandung doa agar anak selalu dalam perlindungan Tuhan, dihindarkan dari segala penyakit, menjadi anak yang tidak melawan orang tua, wibawa, bijaksana, dan kesatria. 

Lalu, Tari bedeti pernikahan dilaksanakan oleh dukun pria dengan penari pria sebagai pengawal mengelilingi sepasang kekasih, tutur yang disampaikan oleh dukun adalah doa-doa agar jauh dari celaka, dimurahkan rezeki, dan dijauhkan perpisahan dunia. 

Terakhir, Tari Bedeti Persembahan. Tarian ini dilaksanakan oleh dukun perempuan yang menuturkan ungkapan terima kasih kepada seluruh yang hadir, berucapkan maaf bila ada persembahan kami ada yang salah, dan mendoakan kepada seluruh yang hadir sehat dan selamat dunia akhirat.

 

(Hendry Noesae)

 


Berita Terkait:

KOMENTAR DISQUS :

Top