Kamis, 21 Februari 2019 |
Wisata & Budaya

Tempoa Art Gallery, Ruang Seni Alternatif di Jambi

Kamis, 31 Januari 2019 12:03:52 wib
Foto: Adjir/Dok.Tempoa Art Galery

JAMBIDAILY SENI, Budaya - Menjemput tahun 2019 Tempoa Art Gallery mendapat tenaga baru dalam mengelola aktifitas berkesenian di tempatnya. Harkopo Lie dalam dialog ringan dengan awak media menyatakan bahwa tenaga tambahan yang dimaksud adalah kehadiran Ide Bagus Putra sebagai manejer menempati posisi Rahmadi yang sebelumnya merangkap tugas sebagai direktur Tempoa Inn hotel dan Resto.

Setelah menyatakan siap untuk menempati posisi yang baru, Ide menjelaskan rencana tindakan yang akan dilakukan menjemput 12 bulan ke depan. Diantara rencana kegiatan yang akan digelar adalah pameran rutin para perupa muda dan senior yang ada di provinsi Jambi dan tidak tertutup kemungkinan perupa dari luar Jambi. Pameran akan digelar tiap bulan dengan tema yang beragam, selain itu akan digelar panggung seni yang akan menampilkan pembacaan puisi, music indie/musikalisasi puisi, penayangan film indie, dan pentas teater. Penampilan akan digelar secara bergilir tiap minggu/bulan.

Beberapa seniman yang akan dilibatkan dalam kegiatan tersebut menyatakan kesediaan. Diantaranya adalah Asro Al Murtawy seniman yang berdomisili di Bongo menyatakan akan terlibat dalam panggung puisi dan akan menggelar  “mengenang penyair Dimas Arika Mihardja” sebagai sebuah penghargaan kepada sastrawan Jambi yang telah berpulang tersebut.

Tidak hanya Asro beberapa sinieas Jambi menyatakan kesediaan pula untuk mengisi kegiatan di Tempoa Art Gallery. Diantaranya adalah Dimas Arisandi, dengan antusias merespon rencana Tempoa Art Gallery dengan memberikan kesempatan untuk menayangkan film-film garapannya. Salah satu karyanya adalah Memayu Hayuning Bawana ( a documentary about Ki Sigit Sukasman, a maestro of Wayang Ukur)

Selain dimas,  Wahyu Hidayat salah satu potografer dan filmeker muda Jambi turut pula menyatakan kesediaanya untuk mempersembahkan karya-karya terbaiknya untuk ditampilkan kepada masyarakat Jambi. Turut bersetuju untuk meramaikan kegiatan adalah Didi Hariadi, Titas Swanda, Wendy, Hendri Nursal, Irwansyah Putra, Kukuh Sila Utama, Yupnical Saketi, dan beberapa tokoh teater dan seni lainnya.

Bukan hanya seniman perorangan, beberapa komunitas seni yang ada di kota Jambi dan kabupaten menyatakan kesediaa juga untuk mengisi program kegiatan pertunjukan di Tempoa Art Gallery Adalah Teater Alief/Lam Alief, teater STIE, teater Ujung Jabung, dan Anjungan Puisi Jambi.

Dari keterlibatan dari seluruh seniman perseorangan dan komunitas, Ide Bagus Putra berharap pergerakan kesenian di Jambi semakin kondusif. Setidaknya dengan adanya Tempoa Art Gallery tercipta ruang alternative untuk berkesenian di daerah Jambi. Pun adanya lembaga serupa merupakan mitra untuk saling mengisi. (Aricekgu)


Editor: Hendry Noesae

KOMENTAR DISQUS :

Top