Senin, 19 Agustus 2019 |
Ekonomi

Tercatat, Jambi Masuk 20 Besar Investor Bursa Efek

Kamis, 20 Oktober 2016 16:21:32 wib
KSEI, BEI dan KPEI Sosialisasi Acces Card

JAMBIDAILY EKONOMI-Ditengah kelesuan perekonomian saat ini, Provinsi Jambi masuk urutan ke-20 dari 34 Provinsi se-Indonesia.

"Berdasarkan data KSEI per 30 September 2016, saat ini provinsi Jambi menempati urutan ke-20 dari 34 provinsi di Indonesia dengan jumlah investor sebanyak 2.741 orang,"Fitrianto, Kepala Unit Pemeriksaan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), saat sosialisasi bersama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Provinsi Jambi, Kamis 20 Okotber 2016, di Duck Tale Resto, Kota Jambi kepada sejumlah Wartawan yang tergabung dalam Forum Wartawan Ekonomi dan Bisnis (Forweb) Jambi.

Saat ini KSEI bersama BEI dan PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) melakukan berbagai program peningkatan jumlah investor pasar modal melalui kerjasama dengan perguruan tinggi, hal ini cukup berhasil mengajak mahasiswa sebagai investor muda untuk mulai berinvestasi di Pasar Modal.

"Saat ini mungkin secara nilai investasi belum terlalu besar, namun kami memiliki keyakinan dalam jangka waktu lima hingga sepuluh tahun ke depan saat sudah mulai bekerja mereka akan menjadi investor Pasar Modal yang berkualitas dan benar-benar paham berinvestasi, sehingga akan mampu mendukung ketahanan Pasar Modal Indonesia”, imbuh Rian.

Hal ini juga sejalan dengan kampanye ‘Yuk Nabung Saham’ sebagai upaya meningkatkan jumlah investor di Pasar Modal sekaligus merupakan kesempatan yang sangat baik bagi KSEI untuk meyampaikan informasi terkait manfaat fasilitas AKSes dan beberapa pengembangan yang telah dilakukan KSEI.

KSEI juga menyadari bahwa untuk dapat melakukan kegiatan investasi di Pasar Modal secara mudah dan nyaman perlu didukung dengan infrastruktur yang memadai. Dalam menyikapi hal tersebut pada 30 Agustus 2016 lalu KSEI telah meluncurkan Sistem Pengelolaan Investasi Terpadu atau S-INVEST yang merupakan platform dan sistem yang terintegrasi untuk industri pengelolaan investasi.

Sistem S-INVEST mampu menyederhanakan proses yang dilakukan oleh pelaku industri pengelolaan investasi dalam mengadministrasikan semua transaksi Reksa Dana sehingga lebih efisien dan transparan. Diharapkan dengan adanya S-INVEST akan meningkatkan jumlah investor dan transaksi Reksa Dana di Indonesia.

Proyek strategis lainnya adalah pengembangan sistem utama KSEI yakni C-BEST Next Generation (C-BEST Next-G) untuk meningkatkan kapasitas dan kecepatan sistem tersebut sebagai antisipasi peningkatan jumlah investor di pasar modal. Sistem ini diharapkan akan mampu memproses penyelesaian transaksi minimal 20.000 transaksi per menit, saat ini         C-BEST Next-G sedang dalam tahap penyelesaian dan ditargetkan akan mulai dioperasikan pada tahun 2017.

"Melalui program sosialisasi dan edukasi dan pengembangan infrastruktur yang terus dilakukan di pasar modal, kita harapkan masyarakat provinsi Jambi bisa semakin memahami dan mau untuk mulai berinvestasi di pasar modal,"harapnya.

Sebelumnya, Kepala BEI Perwakilan Jambi, I Ngurah Gusti, menyampaikan, pertumbuhan investor pada bursa efek di Jambi karena terjadi diversifikasi usaha.

"Ini terlihat dari trend peningkatan jumlah investor, dari 1498 account meningkat menjadi 1892 pada Desember 2015.  Dan hingga September 2016 meningkat menjadi 2.741 investor,"paparnya.(*)


Editor  : Hery FR

KOMENTAR DISQUS :

Top