Jumat, 24 Mei 2019 |
Hukum

Terduga Pelaku Pembakar Kotak Suara di Kota Sungai Penuh, Diperiksa Intensif Polda Jambi

Selasa, 23 April 2019 20:19:43 wib
Direktur Reskrimum Polda Jambi, AKBP Edi Faryadi (Selasa,23/04/2019)/Foto:jambidaily.com/HendryNoesae

JAMBIDAILY HUKUM - Terduga oknum pengawas pemilu lapangan (PPL) dan  Oknum Calon Anggota Legislatif (Caleg) pelaku pembakaran kotak suara pemilu (Kamis, 18/04/2019) di desa koto Padang kecamatan tanah kampung, kota sungai penuh kini menjalani pemeriksaan intensif dari Direktorat Reskrimum Polda Jambi.

Sebelumnya terduga pelaku telah diamankan oleh tim gabungan Polres Kerinci, Polda Jambi dan Personel Brimob Polda Jambi menangkap dua orang terduga yaitu RJ dan KS, sekira pukul 08.00 wib (Minggu, 21/04/2019).

Direktur Reskrimum Polda Jambi, AKBP Edi Faryadi (Selasa,23/04/2019) dihadapan para awak media belum melakukan gelar perkara dan ekspos karena masih dalam proses penyidikan. Terduga juga belum ditetapkan sebagai tersangka masih proses. Apabila sudah selesai barulah nanti mungkin akan meningkatkan statusnya menjadi tersangka dan ditahan.

"Kita belum lakukan gelar perkara karena masih dalam proses penyidikan secara intensif. Setelah kami berkerja sama dengan polres Kerinci dua orang tersangka telah dibuka ke Polda Jambi, baru tadi pagi sampai disini sekitar pukul 09.00 wib. Saat ini sedang dilakukan pemeriksaam intensif kepada para pelaku, karena nanti apabila sudah selesai barulah nanti mungkin akan meningkatkan statusnya menjadi tersangka dan kita tahan," Jelas Edi.

Secara singkat, Edi memaparkan sekilas pemeriksaan lebih kepada kemungkinan adanya korelasi peristiwa dengan terduga pelaku sebagai otak utama.

"Kita membawa kemari adalah untuk pemeriksaan yang lebih intensif kepada pelaku agar dapat kita lakukan untuk keterkaitan para tersangka dengan peristiwa yang ada di TKP. Kita mengambil dari orang yang menyuruh melakukannya, ini yang sedang kita buktikan apa benar dia yang menyuruh untuk melakukan. Ini yang kita ungkap karena adanya ketidakpuasan dengan hasil perolehan suara yang ada di TPS. Bahwasanya setelah penghitungan suara pukul 03.00 wib pagi ada rasa ketidakpuasan dari salah satu calon legislatif itu dan kemudian dia merasa telah berkorban banyak. Selain itu ada hubungan dengan orang-orang disana dan itu adalah satu kampung satu keluarga," Beber Edi.

Disinggung Apakah ada kemungkinan tersangka lainnya dari peristiwa tersebut,? "Kemungkinan akan ada," Pungkas Edi, singkat.

 


(Hendry Noesae)

KOMENTAR DISQUS :

Top