Selasa, 11 Desember 2018 |
Hukum

Terkait Galian C di Menhul, Herpandri : Tangkap Itu Jelas Menyalahi Aturan

Senin, 23 Juli 2018 23:33:21 wib

JAMBIDAILY MUARASABAK - Aktivitas penambangan galian C di Desa Sungai Toman, Kecamatan Mendahara Ulu (Menhul) Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), disebut sudah menyalahi aturan pasalnya, galian C yang saat ini dilakukan pihak pengelola dilapangan berbeda dengan izin yang telah diterbitkan.

Didalam berita acara surat izin galian C yang ternyata diberikan kepada PT Artha Mulia Mandiri disebutkan, pada Rabu Tanggal 20 September 2017 telah dilakukan survey dan pemeriksaan lokasi Izin Usaha Pertambangan (IUP), operasi produksi untuk penjualan tanah urug oleh Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Jambi di Desa Mendahara Ulu, Kecamatan Mendahara.

Sementara fakta dilapangan, letak lokasi aktivitas galian C bukan di  Kecamatan Mendahara melainkan Mendahara Ulu. Kabid ESDM Provinsi Jambi, Herpandri mengatakan, hal itu jelas sudah menyalahi aturan yang ada.

"Mereka meminta izin ke kita dikecamatan Mendahara terus tau-taunya dia nambang di Mendahara Ulu tangkap aja itu jelas sudah menyalahi aturan," kata Herpandri kepada awak media diruang kerjanya, Senin (23/7/2018).

Mengenai rokomendasi izin galian C yang diberikan Dinas ESDM, ia secara tegas mengatakan bahwa tidak ada yang salah dalam rekomendasi yang diberikan tersebut dan dirinya memastikan sudah sesuai dengan aturan sebab menurutnya, orang yang membaca titik koordinat itu orang teknis.

"Orang yang baca titik koordinat itu orang teknis pasti kalau orang awam tidak akan tahu bukan saya sombong, kayak abang-abang kalau dikasih titik koordinat bisa baca enggak di kompas kira-kira seperti itu," ucapnya.

"Nah kami juga disini tidak sembarang memberi titik koordinat. Dari mereka tidak serta merta kami percaya, kita cek ke lokasi karena beberapa hal yang harus kita ketahui, kita tidak mau adanya anak tiri anak kandung dalam merekomendasikan, sesuatu kita maunya rill," tambahnya.

Untuk memastikan apakah memang benar ada penyimpangan atau tidak, pihaknya berencana akan kroscek ke lokasi penambangan galian C tersebut.

"Kalau memang kesalahan ini betul-betul dari mereka ada aturan yang kita lalui nanti yaitu UU No 4 tahun 2009 pasal 158 pasal 161 berat itu pelanggarannya, itu kurungan 10 tahun penjara dan denda 10 milyar,"sebutnya.

Kasi Penataan Wilayah Pertambangan Mineral Logam dan Batuan Dinas ESDM, Supriyanto menambahkan sejak izinnya diterbitkan, pihak PT Artha Mulia Mandiri sampai dengan saat ini belum ada memberi laporan ke Dinas ESDM terkait progres kegiatan galian C tesebut.

"Kita selama ini belum tahu volumenya itu, sejak dia menambang sampai saat ini mereka tidak ada memberi laporan ke kita apakah izin yang kita berikan sebesar 50 ribu (kubik-red) itu sudah diambil semua atau belum," tukasnya. (*)

 

 

Penulis: Hendri Rosta // Editor: Hendry Noesae

 

 

 

Berita Terkait:

KOMENTAR DISQUS :

Top