Minggu, 08 Desember 2019 |
Hukum

Ternyata....Kasus TIK, Kejari Tunggu Hasil BPKP

Minggu, 08 November 2015 21:02:55 wib
Kejari Bangko memberi keterangan pers terkait penetapan tersangka Kasus Bansos TIK (jambidaily.com/doc)

JAMBIDAILY BANGKO-Lama tak terdengar proses penyidikan dugaan korupsi dana Bansos TIK di Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangko, ternyata kasus tersebut, sudah masuk dalam tahap penghitungan kerugian Negara.

"Penghitungan kerugian negaranya dilakukan oleh BPKP secara langsung, penghitungannya sudah dilakukan, kami masih menunggu hasilnya saja,” Kepala Kejaksaan Negeri (KedIjari) Bangko Sri Respatini melalui Kasi Pidsus Bagus Hanindyo, saat dikonfirmasi jambidaily.com, Sabu (07/11), seakan menjawab kasus tersebut tidak jalan ditempat.

Dijelaskannya, saat perghitungan kerugian Negara tersebut, pihaknya juga terus melakukan pemeriksaan para saksi serta tersangka. Bahkan pihaknya juga berencana untuk melibatkan tim ahli dalam proses penyidikan tersebut.

“Sambil menunggu hasil perhitungan kerugian Negara, kami juga melakukan pemeriksaan terhadap tersangka, para saksi, bahkan rencananya kami juga akan melibatkan tim ahli IT untuk mempermudah proses penyidikan,”tegasnya.

Dia memprediksikan, hasil penghitungan kerugian Negara oleh BPKP tidak jauh beda dengan penghitungan yang dilakukan oleh pihaknya, diperkirakan mencapai Rp 400 juta.

“Itu perkiraan kami mencapai Rp 400 juta, tapi biasanya tidak jauh beda dengan penghitungan BPKP, namun BPKP lah yang berhak menghitung kerugian Negara tersebut. Jadi intinya, kami akan menyelesaikan kasus ini dengan cepat, agar bisa diproses di Pengadilan Negeri (PN) Bangko,” pungkasnya.

Baca Juga: Akhirnya Kejari Tetapkan Tiga Tersangka Pada Kasus Bansos TIK

Untuk diketahui, dalam kasus tersebut Kejari Bangko sudah menetapkan tiga orang tersangka, diantaranya Kasi Bina SD Dinas Pendidikan, pihak ketiga, serta Kepala SD N 252 Bangko.

Dalam kasus tersebut, tiga tersangka diduga secara sengaja mengalihkan proses pengadaan, dari bansos menjadi kontrak pengadaan, bahkan perangkat TIK yang dibeli pun tidak sesuai dengan spesifikasi.(jambidaily.com/NZR)

KOMENTAR DISQUS :

Top