Kamis, 22 Agustus 2019 |
Nasional

Tiket Pesawat Mahal, Bisnis Travel Sepi, & Ultimatum Menhub

Sabtu, 13 April 2019 19:00:48 wib
Foto: Infografis/10 Daerah dengan Kenaikan Tarif Pesawat tertinggi/Edward Ricardo

JAMBIDAILY NASIONAL - Meski sudah ultimatum untuk menurunkan harga tiket pesawat, hingga terbitnya aturan Menteri Perhubungan yang mengatur penetapan tarif, harga tiket pesawat dirasa masih mahal.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sebelumnya telah mengeluarkan dua aturan baru yang diharapkan bisa menurunkan harga tiket pesawat. Kedua aturan tersebut yakni dua aturan baru yakni Permenhub Nomor 20 Tahun 2019 tentang Tata Cara dan Formulasi Perhitungan Tarif Batas Atas Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Keputusan Menhub (Kepmen) Nomor 72 Tahun 2019 Tentang Tarif Batas Atas Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri.

Bahkan Kemenhub juga melibatkan berbagai pihak untuk mengecek harga tiket pesawat saat ini. Menhub Budi Karya Sumadi meminta pihak maskapai untuk mendengarkan masukan dari masyarakat terkait harga tiket ini.

"Saya sudah mendengar bahwa tarif yang diberikan belum maksimal. Belum sesuai yang diharapkan. Untuk itu saya meminta Garuda Lion Sriwijaya harus mendengar apa yang disampaikan masyarakat," kata Budi belum lama ini.

Di sisi lain, dia pun meminta masyarakat memaklumi jika maskapai tidak bisa semuanya menerapkan tarif batas bawah. Harga tiket pesawat tidak bisa ditetapan lebih rendah dari biaya pokok yang ditanggung oleh maskapai. Menurut Budi tetap harus ada mekanisme pasar yang berlaku.

Sebelumnya di awal pekan, Menhub juga mengultimatum maskapai untuk menyesuaikan harga dalam waktu dua minggu. Jika tidak ada perubahan dari maskapai dalam jangka waktu tersebut, maka pemerintah secara tegas akan meregulasi dan menerapkan tarif subprice.

"Apabila memang tidak bisa dilaksanakan kami terpaksa memberlakukan satu aturan yang ada dalam undang-undang di mana kami Kementerian Perhubungan akan menetapkan tarif subprice. Tapi apapun kami memberikan kesempatan agar maskapai menetapkan suatu harga yang terjangkau bagi masyarakat," tegas Budi. (roy/roy)

 

 

(cnbcindonesia.com)

KOMENTAR DISQUS :

Top