Selasa, 11 Desember 2018 |
Jurnal Publik

TMMD, “MUTIARA” PAK DIRMAN UNTUK “RAKYAT PINGGIRAN”

Rabu, 14 November 2018 12:17:35 wib
Salah satu rumah warga Dusun Sungai Ayam yang mendapat program Bedah Rumah TMMD 103 Kodim/Tanjab

Ditulis oleh: Hery Farmansyah (*)

JAMBIDAILY OPINI-“MATA seluruh rakyat, negara dan pemerintah sedang memandang kepadamu dengan penuh harapan dan kepercayaan” demikian salah satu bagian dari amanah (Mutiara-pen) Panglima Besar Jenderal Sudirman yang terbukukan dalam Wawasan Kejuangan Panglima Besar Jenderal Sudirman.

Mungkin “Mutiara” ini jua menjadi salah satu spirit program strategis dan berkelanjutan oleh Komando Atas TNI mulai dari ABRI Masuk Desa (AMD) hingga saat ini berkembang lebih luas menjadi Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD), sebagai bagian dari bhakti TNI untuk masyarakat desa yang masih terisolir, tertinggal (Rakyat Pinggiran-pen).

“Pertahankan kebersamaan dan kemanunggalan antara TNI dan rakyat yang telah kita rasakan selama kegiatan TMMD ini. Tingkatkan semangat untuk bekerja dan membangun bersama, sebagai realisasi semangat gotong royong yang merupakan warisan asli bangsa kita,”demikian salah satu amanah  Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Mulyono, saat penutupan TMMD ke-103/TA 2018.

“Hari ini, secara Serentak 50 Desa seluruh tanah air, merayakan dan mensyukuri atas capaian program phisik dan non phisik TMMD 2018,”papar Kasad yang dibacakan oleh Danrem Danrem 042/Gapu Kolonel Inf Dany Budiyanto SE, selaku Penanggung Jawab Keberhasilan Pelaksanaan (PKP) memimpin upacara penutupan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-103 Kodim 419/Tanjab  TA. 2018 di Lapangan bola Kelurahan Mendahara Ilir Kecamatan Mendahara Kabupaten Tanjab Timur, Selasa (13/11).

"Hari ini kita serahkan kepada bapak bupati, intinya harus kita jaga sama-sama. Bapak bupati sangat welcome, bahwa rencana kedepan akan lebih luas, akan masuk juga air, listrik dan semua fasilitas. Ini memang mendukung program pemerintah pusat membangun dari pinggiran," Jelas Danrem, kepada awak media setelah Upacara penutupan di lapangan sepakbola, kecamatan Mendahara.

Sementara itu, Dansatgas TMMD Kodim 0419/Tanjab Letkol Inf M Arry Yudistira, menyampaikan, pihaknya telah melaksanakan kegiatan TMMD di Dusun Sungai Ayam desa Pangkal Duri Kecamatan Menahara Kabupaten Tanjabtim.

Secara gotong royong dengan masyarakat,  kegiatan pembangunan phisik dan non phisik bisa dinikmati oleh 72 Kepala Keluarga atau 500 jiwa desa yang selama ini cukup tertinggal.

"Secara fisik semua pekerjaan sudah 100 persen, dari pembuatan jalan baru selebar 6 meter sejauh 2.550 meter memang belum bisa digunakan harus menunggu dan butuh waktu hingga mengering sebab jalan-jalan rawa, paling tidak 5 atau 6 bulan kedepan. Kemudian rehab enam rumah tidak layak huni, pengeboran air tanah sedalam 90 meter dan bisa menghasilkan air bersih untuk masyarakat setempat.


TNI Bedah Rumah Tak Layak Huni

Tak Layak Huni, itulah untuk menggambarkan kondisi rumah enam warga  beruntung mendapat program bedah rumah dari TMMD 103 Kodim 0419/Tanjab.

Bertahun-tahun dengan kondisi ekonomi yang hanya cukup memenuhi kebutuhan pokok, kondisi rumah yang seharusnya tak layak lagi untuk dihuni tersebut harus didiami sebagai tempat bernaung keluarga.

Itulah salah satu contoh langsung yang dirasakan “masyarakat pinggiran” yang belum secara merata mendapat sentuhan pembangunan.  Dan melalui program terpadu dan berkelanjutan, penderitaan masyarakat tersebut mendapat sentuhan sebagai bagian dari berkah “Mutiara” Pak Dirman.

Dari pengamatan penulis yang berkesempatan meninjau langsung kondisi Desa Sungai Ayam yang menjadi sasaran kegiatan TMMD 103 Kodim 0419/Tanjab, kegiatan TMMD ini harus terus dilaksanakan secara berkelanjutan.

Masih banyak Desa dan “masyarakat pinggiran” di Tanah Air yang perlu mendapat sentuhan-sentuhan pembangunan phisik dan non phisik, sebagai bagian dari kebahagiaan berbangsa.

Melalui kegiatan TMMD dan Sinergitas program pembangunan berkelanjutan baik phisik maupun non phisik, telah memberi dan memenuhi pengharapan dan kepercayaan Rakyat terhadap TNI dan Pemerintah sebagai tempat rakyat bernaung penuh asa sebagai anak bangsa.

Bu, aku baru saja merenungkan perjalanan hidupku, aku merasa bahagia, karena sepanjang hidupku Tuhan senantiasa memberikan jalan yang sederhana, dekat dengan alam, dengan anak-anak, dengan rakyat yang sederhana, aku senang dengan keprasajaan, kesederhanaan, dan rasanya tugasku sudah selesai, dan karena itu aku rela apabila dipundhut Sing Kagungan (Yuhan Yang Maha Kuasa,”itulah bait dialog perpisahan Jenderal Sudirman dengan isteri beliau pada 29 Januari 1950 lalu di Magelang, saat menderita sakit menjelang beliau pergi untuk selama-lamanya bersama pengabdian suci untuk bangsanya, bangsa kita Indonesia tercinta.

Dan sebagai pewaris "Mutiara"nya, Kemanunggalan TNI-Rakyat, Semangat Gotong Royong akan terus berkobar membangun dan menjaga negeri ini.

Terus Semangat...Terus Semangat(*)


(*)Penulis adalah Sekretaris PWI Provinsi Jambi dan Pempred www.jambidaily.com

 

 

 

Artikel TMMD Lainnya:

KOMENTAR DISQUS :

Top