Selasa, 11 Desember 2018 |
Jurnal Publik

TNI Mengajak Desa untuk 'Bangun Pagi dan Berlari'

Rabu, 14 November 2018 17:34:47 wib
Dandim 0419/Tanjab, Letkol Inf Muhammad Arry Yudistira S.I.P, M.I.POL bersama salah satu Warga Dusun Sungai Ayam, penerima Rehab Rumah/Foto: hendrynoesae/jambidaily.com

JAMBIDAILY TAJUK - SEJARAH Mencatat perjalanan panjang Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam melewati masa-masa hadirnya yang kini menginjak usia 73 Tahun, jika menengok kebelakang cikal bakal TNI mulai dari Badan Keamanan Rakyat (BKR), pada 5 Oktober 1945 menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR) lalu dirubah Tentara Republik Indonesia (TRI) sempat menyatu dengan kepolisian negara republik Indonesia (Polri) bernama Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) tahun 1962, sampailah akhirnya pada 1 April 1999 Polri dan TNI di masa reformasi. 

Rentang waktu 1945-1962 tidak mudah dihadapi TNI, tantangan menjaga pertahanan keamanan (Hankam) dalam dan luar Indonesia, ditambah lagi untuk segera melakukan pembenahan diri agar kokohnya integrasi internal namun disisi lain integrasi eksternal juga berjalan dalam bentuk kemanunggalan dengan rakyat. Maka lahirlah ABRI Masuk Desa (AMD) yang dicetuskan Jenderal M. Jusuf mantan Panglima ABRI dan Menhankam pada 1980 dengan tujuan membantu masyarakat dalam menyelesaikan setiap permasalahan.

Peran dalam Hankam dan Integrasi itu tergambar dari tugas pokok TNI adalah menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, serta melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara.

Seiring dengan berubahnya ABRI menjadi TNI, maka AMD juga turut berganti dengan nama TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Manunggal dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Kamus versi online/daring (dalam jaringan): manunggal/ma·nung·gal/ menjadi satu dalam sikap dan tingkah laku; luluh (bercampur, berpadu) sehingga tidak terpisahkan: jiwa dan semangat TNI harus - dengan jiwa dan semangat rakyat; kemanunggalan; kepaduan: - rakyat dan TNI sangat memperkuat kestabilan nasional.

Walaupun berubah nama, tetapi tidak merubah tujuannya untuk menggairahkan kisaran lebih dari 67.448 desa di Indonesia, itu berbeda-beda adat istiadatnya dan berbeda pula kondisi daerahnya, serta masing-masing desa memiliki masalah yang tersendiri pula. Hingga saat ini pada pelaksanaan yang sudah Ke-103 (15 Oktober - 13 November 2018) yaitu "Mempererat kemanunggalan TNI dengan Rakyat, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, meningkatkan dan memantapkan kesadaran bermasyarakat, berbangsa, bernegara, bela negara dan disiplin nasional"

Potongan amanat Kepala Staf Angkatan Darat, Selaku Penanggung Jawab Operasional TMMD Ke-103 mencakup 50 desa sasaran di 50 Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia, Jenderal TNI Mulyono saat penutupan bahwa "Semangat kebersamaan seperti inilah yang sebenarnya merupakan hakikat dari Kemanunggalan TNI dengan Rakyat, yang merupakan roh perjuangan Bangsa dan akan terus kita bangun serta pelihara. Kemanunggalan ini merupakan aktualisasi peran TNI dalam mewujudkan seluruh potensi wilayah dan masyarakat sebagai pendorong kemajuan Bangsa, yang bermuara pada terbentuknya kekuatan pertahanan nasional yang kokoh"

Untuk Provinsi Jambi TMMD Ke-103 berada di Dusun Sungai Ayam, Desa Pangkal Duri, Kecamatan Mendahara, Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Dari pemaparan Komandan Komando Distrik Militer (Dandim) 0419/Tanjab sekaligus Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) TMMD, Letkol Inf Muhammad Arry Yudistira S.I.P, M.I.POL bahwa bersama 150 personil, terdiri dari Satgas Kodim 0419/Tanjab Korem 042/Gapu 150 orang terdiri dari, Pokko: 15 orang, Tim Asistensi: 25 orang, SSK: 110 orang. Kodim 0419/Tanjab juga bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten, Polres, Para OPD Tanjab Timur, Pihak BUMN dan lainnya.

Telah menyelesaikan program sasaran fisik utama; pembukaan jalan baru dari sepanjang 2.550 Meter dengan lebar 6 Meter. Sasaran fisik tambahan; Pembuatan sumur bor sebanyak 2 Unit, Rehab RTLH (Rumah Tidak Layak Huni) sebanyak 6 Unit, Perbaikan lapangan Badminton, Penebalan tanggul sekolah SDN 64/X Sungai Ayam, Pembuatan tempat penyaringan air bersih sumur bor sebanyak 1 Unit. 

Kemudian Sasaran nonfisik berupa; penyuluhan kesehatan, metode bertani dan beternak modern, serta sosialisasi hukum, bahaya Narkoba, maupun kesadaran Bela Negara. Ada juga Pelayanan KB, Pengobatan Gratis dan Khitanan Massal, Pemberian Paket Sembako, Lomba Photography TMMD Ke-103 Tanjab, Kegiatan Mendahara Got Talent. Dengan misi khusus yang paling utama, yaitu untuk menyatukan perbedaan dalam masyarakat guna mencegah potensi perpecahan dan berkembangnya intoleransi, serta menumbuhkan kedekatan antara rakyat dengan prajurit TNI, tentunya sejalan dengan tujuan awalnya.

Dalam pelaksanaan yang memakan waktu 30 hari tersebut, pola-pola mendekatkan diri dengan rakyat tercermin dari keseharian, Satgas TMMD tidur di rumah warga, makan bersama, beribadah, berolahraga bersama, kegiatan kemasyarakatan, kebiasaan sosial budaya, menyatu dalam kearifan adat istiadat lokal, bahkan menonton Televisi bersama warga di Dusun Sungai Ayam. Semangat kebersamaan itu untuk menumbuhkan kebiasaan bangun pagi dan berlari bersama dalam kegotongroyongan, yang pada akhirnya kemanunggalan TNI dan Rakyat tumbuh mekar, manunggal antar sesama rakyat juga semakin mesra. Rasa itu akan mempertebal benteng persatuan memperkokoh pertahanan nasional dan menyapu bersih bentuk negatif yang menyusup. 

Secara nonfisik, TNI yang tergabung dalam Komando Distrik Militer (Kodim) 0419/Tanjung Jabung (Tanjab) telah berbuat mengajak desa khususnya 72 kepala keluarga dengan kisaran 500 jiwa di Dusun Sungai Ayam untuk 'bangun pagi dan berlari', namun sisa pertanyaan akan muncul dari kita, sebab harapan terbesar bukan hanya hasil 30 hari penyelenggaraan. jangka panjang menjaga kebiasaan, psikologis masyarakat yang benar-benar merasakan desa tempatnya bernaung tetap terjaga secara infrastruktur dan rasa memiliki yang besar tentunya. 

Peran penting pemerintah kabupaten Tanjung Jabung Timur dibutuhkan melalui perangkatnya Dinas-dinas terkait hingga tingkat kelurahan agar terus membimbing warga di Dusun Sungai Ayam bangun pagi dan berlari, bukan perkara mustahil kalau dibiarkan saja berlalu maka akan kembali bangun kesiangan dan duduk melamun,? dengan begitu daya tahan menurun, asupan nutrisi kebiasaan disiplin serta gotong royong tidak dikontrol hasilnya efek negatif masuk, bela negara memudar ujungnya pertahanan nasional keropos. Itu tidak Kita Inginkan,!

Selanjutnya Pekerjaan fisik jalan penghubung hasil TMMD masih menyisakan jarak yaitu dari 2.550 meter yang telah selesai dikerjakan terputus oleh Sungai yang membutuhkan jembatan. Bukan tidak mungkin,? Pekerjaan susah payah, bahkan upaya keras mendatangkan alat berat berhadapan dengan tingginya resiko tenggelam di lautan agar bisa membuka akses jalur yang berlumpur dan basah itu, akan kembali rata, terkikis perlahan dan hilang tergerus pasang surutnya air laut. Tentu harapan tersandar untuk para pengambil kebijakan di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, tidak terlalu lama dalam perencanaan, tidak terlalu manja dan bertele-tele dalam memutuskan, dan tetap meluruskan niat meneruskan pembangunan di Dusun Sungai Ayam.

Semoga terus terjaga misi mulia TMMD mempertahankan semangat kekeluargaan, rasa kebersamaan dan budaya gotong royong. Semangat Tanah Air ku Manunggal dalam Kebersamaan, Membangun negeri Indonesia ku,!

 


*Penulis: Hendry Noesae/jambidaily.com

 

 

Artikel TMMD Lainnya:

 

KOMENTAR DISQUS :

Top