Selasa, 25 Juni 2019 |
Hukum

Tragis, Bocah 5 Tahun Warga Tabir Selatan Ditemukan Tewas dalam Kolam Ikan

Selasa, 19 Maret 2019 13:11:20 wib
Lokasi Kolam Ikan/Foto: ist

JAMBIDAILY MERANGIN - Kuat dugaan karena kelalaian orang tua, Bocah Inisial N (5) warga di Kecamatan Tabir Selatan Kabupatem Merangin, tewas tenggelam di kolam ikan tak jauh dari rumahnya, Senin(18/3/2019) sekira pukul: 11.30 Wib.

Korban baru diketahui tenggelam setelah orang tua tidak melihat korban berada di dalam rumah, awalnya korban dan orang tuanya pulang dari sekolah sesampai di rumah kemudian makan. Setelah korban makan, orang tua pergi ke dapur dengan tujuan untuk mencuci piring dan membiarkan anaknya main sendirian di dalam rumah dengan kondisi pintu terbuka.

Tak berapa lama setelah orang tua korban mencuci piring di dapur,orang tua korban berniat untuk melihat anaknya yang berada di ruang tamu rumah, namun sesampai di ruang tamu orang tua tidak melihat korban berada di lokasi tersebut.

Merasa anaknya hilang, orang tua korban lalu mencoba mencari korban di sekitar rumah dan sesampai di kolam ikan yang berada tak jauh dari rumah, korban ditemukan sudah tewas di dalam kolam ikan dengan kedalaman air mencapai lima meter. Melihat kondisi anaknya sudah berada di dalam kolam dengan kondisi sudah tak bernyawa, orang tua korban meminta tolong kepada tetangga untuk mengevakuasi selanjutnya dibawa ke Puskesmas Kecamatan Tabir Selatan.

Mendapatkan informasi masyarakat, Pihak Kepolisian Polsek Tabir Selatan langsung melakukan olah tempat kejadian. Kapolres Merangin AKBP I Kade Utama Wijaya melalui Kapolsek Tabir Selatan Iptu Candra Kirana, membenarkan jika ada bocah tewas di dalam kolam ikan.

“Diduga korban ini terjatuh saat bermain di pinggir kolam karena saat itu korban bermain sendirian sampai ke pinggir kolam,” Jelas Iptu Candra (Selasa,19/3/2019).

Kapolsek juga berpesan kepada orang tua yang mempunyai anak kecil agar selalu mengawasi anak-anaknya jika pergi bermain di lokasi yang dianggap rawan.

“Ini murni kelalaian orang tuanya, orban tidak di visum karena orang tua Menolak. Korban langsung dibawa dan dimakanmkan di tempat pemakaman umum,” Pungkasnya.

 


(Hendry Noesae)

KOMENTAR DISQUS :

Top