Senin, 20 Agustus 2018 |
Peristiwa

Uang Palsu Diduga Dari ATM, Ini Kata Gubernur Jambi dan Dirut Bank 9 Jambi

Kamis, 14 April 2016 15:21:55 wib
Gubernur Jambi H Zumi Zola didampingi Dirut Bank 9 Jambi M Yani menanggapi konfirmasi wartawan

JAMBIDAILY PERISTIWA-Terkait keluhan warga menemukan uang palsu dari penarikan melalui Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Bank 9 Jambi di kawasan WTC Mall, mendapat tanggapan dari Bank 9 Jambi.

"Mengenai uang palsu bisa saja beredar ditengah masyarakat.  Tapi kalo di bank sudah ada sistem pengawasan ketat.  Uang di bank itukan diterima dari Bank Indonesia atau dari bank-bank lainnya yang juga memiliki pengamanan uang palsu secara ketat,"tegas Dirut Bank 9 Jambi, M Yani kepada sejumlah awak media, Kamis 14 April 2016.

Mengenai laporan, ditemukanya uang palsu pada mesin ATM Bank Jambi, Dipastikan uang tersebut bukan milik Bank 9 Jambi.

"Penemuan uang palsu tersebut dilaporkan satu hari setelah pelapor mengaku mendapatkannya dari mesin ATM. Kemungkinan uang itu sudah berbaur dengan uang palsu yang beredar di masyarakat,"tandasnya.

Dia juga menyayangkan, warga yang mengaku mendapatkan uang palsu dari ATM Bank 9 Jambi, tidak langsung melaporkan pada Bank Jambi.  Kalau sudah lebih satu hari, jelas sulit untuk kita terima, pungkas M Yani.

Sementara itu, Gubernur Jambi, H Zumi Zol , mengatakan, adanya temuan uang palsu yang diakui seorang warga dari mesin ATM, pihaknya akan melakukan penelusuran.

"Akan kita telusuri.  Senin 18 April 2016, kita akan adakan rakor bersama, Pemprov, Pemkab/Kota dan Bank Jambi.  Kita sudah laporkan persoalan ini ke Bank Indonesia,"singkat Gubernur.

Dikutip dari laman metrojambi.com, Senin 11 April 2016, salah seorang warga bernama Asia, yang mengaku pada Jumat 08 April 2016, mengambil uang sebesar Rp 2 juta melalui ATM Bank Jambi yang berada kawasan WTC Mall Batanghari.

Kejadian beru diketahui, setelah korban, akan membeli pulsa menggunakan uang pecahan 100 ribu untuk membeli pulsa dan ditolak penjual pulsa karena uang terlihat lusuh.

"Awalnya kan aku mau beli pulsa dekat rumah, tapi orang konter tidak mau menerima uangnya karena agak lusuh. Lalu saya coba untuk belanja lain, ternyata pemilik toko juga minta ganti uang lain. Disitu lah saya curiga, sekali saya cek dengan orang yang paham, uang tersebut ternyata palsu,"ungkap korban kepada metrojambi.com.(jambidaily.com/AFM)

KOMENTAR DISQUS :

Top