Sabtu, 26 Mei 2018 |
Pendidikan & Teknologi

Untuk Tata Ruang, Pemkab Tanjabtim Masih Mengacu Pada RTRW

Senin, 26 Maret 2018 16:21:16 wib

JAMBIDAILY MUARASABAK, Teknologi - Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), untuk pengaturan tata ruang wilayah masih mengacu pada Peraturan Daerah (Perda) yang pengaturannya secara umum yaitu, Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Hal itu dikarenakan, hingga kini Rencana Detil Tata Ruang (RDTR) yang menjabarkan secara detil tata ruang yang ada belum juga di Perdakan.

Menurut Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Tanjabtim, konsep RDTR sudah disusun namun, untuk di Perdakan masih agak rumit. Pasalnya, untuk membuat peta RDTR harus menggunakan citra yang resolusinya sangat tinggi dan harus dilakukan validasi kembali dengan pihak BIG.

"Nah itu yang masih jadi kendala maka, hampir seluruh kabupaten kota di indonesia baru kota medan yang sudah membuat Perda RDTR. Jakarta aja itu baru tahun kemaren perda nya disahkan," kata Kabid Tata Ruang PUPR Tanjabtim, Alkodri kemarin.

Ia menambahkan, kesulitan membuat RDTR itu terletak pada tingkat akurasi dalam pengambilan gambar wilayah, sebab dalam pengambilan gambar itu menggunakan satelit dan hasil pengambilan gambar harus tegak lurus. Sedangkan, kerja satelit itu terus berputar sehingga akurasinya belum bisa dipastikan.

"Citra itu mengambilnya pakai satelit dan dia fotonya harus tegak lurus sementara satelit itu kan berputar, maka terkadang hasilnya pun tidak bisa tegak lurus," terangnya.

Selain itu, menurutnya jika menggunakan GPS ketelitian dan akurasi data bisa meleset 5 cm sampai 30 cm sehingga, tingkat kerumitan dalam membuat RDTR sangat tinggi dan banyak kendala yang dihadapi.

"Kalau gps biasa dia melesetnya 5cm smpai 10cm. Sedangkan, kalau pakai gps genetik itu selisihnya bisa sampai 30 cm jadi, dia lebih teliti dari pada citranya nah, itu yang jadi kendala karena sangat rumit. Artinya, saat ini untuk tata ruang kita masih gunakan secara umum yaitu Perda RTRW," ungkapnya.

RDTR merupakan, penjabaran dari RTRW yang memuat arahan kebijakan dan strategi pemanfaatan ruang wilayah yang disusun guna menjaga integritas, keseimbangan dan keserasian perkembangan suatu wilayah kabupaten/kota dan antar sektor, serta keharmonisan antar ligkungan alam dengan lingkungan buatan untuk meningkatkan kesejahteraan. 

Strategi pengembangan wilayah ini, selanjutnya dituangkan ke dalam rencana struktur dan rencana pola ruang operasional. Dalam operasional rencana detail tata ruang dijabarkan dalam rencana rinci tata ruang yang disusun dengan pendekatan nilai strategis kawasan. 

Sehingga, dapat dirumuskan bahwa RDTR merupakan rencana yang menetapkan blok pada kawasan fungsional sebagai penjabaran kegiatan ke dalam wujud ruang yang memperhatikan keterkaitan antar kegiatan dalam kawasan fungsional agar tercipta lingkungan yang harmonis antara kegiatan utama dan kegiatan penunjang dalam kawasan fungsional tersebut. (*)

Penulis: Hendri R

KOMENTAR DISQUS :

Top