Sabtu, 22 September 2018 |
Ekonomi

Upah Lembur Karyawan Tidak Sesuai, Dinas Naketrans Akan Panggil PT Indo Nusa

Kamis, 16 Agustus 2018 20:04:13 wib

JAMBIDAILY MUARASABAK - Dinas Ketenaga Kerjaan dan Transmigrasi (Naketrans) Kabupaten Tanjung Jabung Timur ( Tanjabtim), segera akan memanggil pihak management perusahaan PT Indo Nusa Agromulia.
Pemanggilan tersebut menindak lanjuti terkait keluhan karyawan perusahaan perkebunan PT Indo Nusa yang menuntut upah lembur yang dibayarkan oleh perusahaan tidak sesuai.

Kadis Naketrans Tanjabtim, Mariontoni mengatakan pihaknya akan meminta klarifikasi kepada perusahaan mengenai adanya dugaan ekploitasi atau bisa dikatakan secara sewenang-wenang terhadap karyawan tanpa mempertimbangkan kompensasi serta keadilan."Masalah ini saya sudah dengar dari media meski, sampai saat ini kami belum ada menerima laporan resmi dari karyawan, dengan adanya informasi yang terbit di media kami mempunyai dasar untuk memanggil pihak perusahaan," kata Mariontoni saat ditemui di ruangan aula peripurna DPRD Tanjabtim usai mendengarkan pidato kenegaraan Kamis (16/8/2018).

Jika hal ini terbukti, maka Pemkab akan mengambil langkah tegas dengan memberikan sanksi sesuai Undang-undang yang berlaku."Senin nanti pihak perusahaan dan karyawan nya kita akan panggil dan kalau ini terbukti benar kami akan tindak tegas sesuai Undang-undang yang berlaku,"tegasnya.

Sebelumnya, karyawan perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Indo Nusa Agro Mulia di Kelurahan Pandan Jaya, Kecamatan Geragai, Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), mengaku mengalami ekploitasi dari perusahaan tempat mereka bekerja. Bekerja selama 12 jam sehari, sementara upah lembur yang dibayarkan oleh perusahaan tidak sesuai.

Hal itu dikatakan Mahmud, salah seorang security di perusahaan PT Indo Nusa mengaku penambahan jam kerja yang sempat ditetapkan oleh pihak management perusahaan merugikan pekerja sebab, upah lembur yang dibayarkan oleh pihak perusahaan dinilai tidak sesuai dengan aturan yang berlaku."Kami bekerja selama 12 jam sementara secara upah lembur kami yang dibayarkan oleh perusahaan sangat tidak sesuai,"kata Mahmud kepada awak media (14/8) kemarin.

Ia menjelaskan, jam kerja yang telah ditetapkan pemerintah itu seharusnya 8 jam sehari dengan waktu 1 jam istrahat. Sehingga jika perusahaan menetapkan ada penambahan jam kerja, hal itu masuk dalam hitungan jam kerja lembur.
"Kalau kita kerja 12 jam artinya ada 4 jam yang masuk dalam lembur sementara, yang dibayarkan oleh perusahaan hanya 2 jam seharusnya dibayarkan ke karyawan itu kan 4 jam,"bebernya.

Dikatakanya, penambahan jam kerja tersebut keputusan sepihak dari pihak perusahaan, tanpa ada meminta persetujuan terlebih dahulu kepada karyawan. Namun hal itu, tidak dipermasalahkan oleh karyawan jika pembayaran upah lembur yang dibayarkan perusahaan sesuai dengan kerja mereka.
"Sebenarnya kalau masalah yang itu tidak menjadi masalah bagi kami tetap jalankan, tapi hak upah lembur kami dibayarkan sesuai,"keluhnya.

"Kami itu dari 2014, sampai lah 2018 kami selalu dipermainkan terus perusahaan dengan cara upah lembur.
Kami ditetapkan bekerja 12 jam pada bulan juli kemarin berlakunya dari tanggal 10 sampai tanggal 31 hingga tanggal 2, " tambahnya.

Mahmud, mewakili 21 security yang ada di perusahaan PT Indo Nusa berharap hak upah lembur mereka dapat dibayarkan penuh oleh perusahaan. "Kalau kami salah kami siap dikeluarkan, tapi jika hal ini benar kami minta hak kami dibayarkan, kalau dihitung secara global kerugian 
materi yang kami karyawan alami itu sebesar 20 juta selama 4 tahun berjalan,"terangnya.

Penulis : Hendri Rosta
Editor : Hendry Noesae

KOMENTAR DISQUS :

Top