Sabtu, 18 Januari 2020 |
Peristiwa

Valentino Rossi Hentikan Tangis Bocah 'MotoGP' Asal Kupang

Sabtu, 24 Februari 2018 10:57:26 wib
Rivaldy sudah gemar menyaksikan balapan MotoGP sejak empat tahun. (CNN Indonesia/Titi Fajriyah)

JAMBIDAILY PERISTIWA - Bocah asal Rote Ndao, Kupang, Nusa Tengara Timur, bernama Rivaldy Elvans Krisna Sopbaba belakangan menjadi viral di media sosial setelah menirukan suara mantan komentator MotoGP Nick Harris saat memandu jalannya balapan.

Wajah Rivaldy ketika ditemui CNNIndonesia.com sangat semringah. Bukan lantaran habis diwawancarai televisi karena video yang viral, tapi karena baru saja mendapatkan topi dan kaos kuning bertuliskan The Doctor dan nomor 46, yang merupakan nomor balap Valentino Rossi.

Baju yang dipakai Rivaldy pun tak kalah keren. Pamannya di Kupang membuatkannya baju khusus dengan foto Rivaldy bertuliskan DR|46 untuk dipakainya di sebuah program televisi. 

Usianya memang baru delapan tahun. Tapi, Rivaldy tak pernah putus mengikuti tayangan setiap seri balapan MotoGP sejak usianya sekitar empat tahun. Bahkan ibu Rivaldy, Diana Masiweni, mengatakan tangis anaknya bisa dihentikan dengan menyaksikan video aksi Rossi.

"Rivaldy ini anaknya ramai, artinya dia tidak bisa duduk tenang. Awal mula sebenarnya karena dia suka Rossi. Kalau waktu kecil dia menangis, kami sebut 'Rossi' dia langsung diam," kata Diana.

Tempat tinggal Rivaldy mungkin di pelosok, tapi nama Rossi tetap besar di tempat Rivaldy tinggal. Rivaldy tumbuh di tengah keluarga yang menjadikan Rossi sebagai idola. Wajar jika pada akhirnya, anak pertama dari dua bersaudara pasangan Diana Masiweni dan Andi Sopbaba ikut menjadi penggemar berat Rossi. 

Andi mengatakan saat usianya enam tahun pada 2015, Rivaldy pernah berdoa untuk kemenangan Rossi menjadi juara dunia MotoGP. Tak tanggung-tanggung, Rivaldy sampai tiga kali berdoa demi sang idola bisa jadi juara.

Pada seri pamungkas MotoGP 2015 di Sirkuit Valencia, Rossi bersaing ketat dengan rekan satu timnya, Jorge Lorenzo, dalam perebutan gelar juara dunia. Sayang, pebalap Italia itu gagal menjadi juara dunia MotoGP 2015 setelah hanya finis keempat.

"Karena Rossi kalah, dia menangis. Dia tidak pernah mau terima kalau Rossi kalah. Dia suka diolok kalau Rossi kalah," jelas Andi.

Mengidolakan Rossi membuat Rivaldy selalu fokus menyaksikan balapan MotoGP. Termasuk gaya bicara Nick Harris, pria asal Inggris yang merupakan mantan komentator yang memandu jalannya balapan MotoGP. Dengan Bahasa Inggris seadanya, Rivaldy membuat orang terkesan dengan intonasi suara dan gaya menirukan Harris sebagai komentator.

Impian Rivaldy kini adalah bertemu langsung dengan Rossi. "Kalau ketemu Rossi mau ketawa, karena senang bisa bertemu. Kalau besar mau jadi pebalap seperti Rossi, tidak mau jadi komentator. Tidak apa-apa kalau jatuh," ucapnya lagi.

Sejak mengikuti MotoGP, Rivaldy mengaku tidak punya idola selain Rossi. Rivaldy mengaku tidak suka dengan pebalap lainnya.

Ketika ditanya apakah dia mengidolakan Marc Marquez, Rivaldy menjawab singkat, "tidak, payah". Rivaldy juga tidak menyukai Dani Pedrosa dan Andrea Iannone karena sering jatuh. (har)/cnnindonesia.com

KOMENTAR DISQUS :

Top