Kamis, 19 Juli 2018 |
Hukum

Viral di Medsos, Rekaman Pemukulan Mahasiswa Unsri Oleh Pihak Kampus dan Oknum Polisi Saat unjuk Rasa

Minggu, 06 Agustus 2017 04:25:18 wib
Bentrok mahasiswa dan satpam di Unsri (Raja Adil Siregar/detikcom)

JAMBIDAILY HUKUM-Video Rekaman Mahasiswa Universitas Sriwijaya (Unsri) Sumatera Selatan saat unjuk rasa mendapatkan tindak kekerasan dari Satuan Pengamanan Kampus dan Oknum Kepolisian tentunya menjadi bentuk aksi yang tidak dibenarkan dalam hukum.

Dikutip dari Berita yang dilansir kompas.com, bahwa Aksi unjuk rasa ratusan mahasiswa Univeristas Sriwijaya, Indralaya, Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Kamis (3/7/2017) berlangung ricuh. Kaca di gedung rektorat pecah berhamburan akibat dirusak massa. Sejumlah mahasiswa ditangkap aparat kepolisian karena diduga menjadi provokator.

Ada empat tuntutan mahasiswa kepada Rektor Universitas Sriwijaya dalam aksi tersebut. Yakni penurunan uang kuliah tunggal (UKT) mahasiswa semester sembilan, penurunan UKT mahasiswa bidik misi, transparansi pengelolaan UKT dan pencabutan pelaporan polisi terhadap tiga mahasiswa serta pengaktifan kembali akun akademik mereka.

Dari pantauan detikcom, Kamis (3/8/2017) di kampus Unsri, Ogan Ilir, aksi mahasiswa yang dimulai sejak pagi itu sempat beberapa kali memanas. Mahasiswa menuntut penurunan UKT, yang dianggap mencekik orang tua mahasiswa karena biaya UKT yang terlalu tinggi.

Akun Facebook Mgs. Syaiful Padli, ST mengupload Video tersebut, dan dia menulis

Tanggapan Saya atas Kejadian di Kampus UNSRI yang merupakan Kampus Tempat saya Menempa Ilmu; "Saya menyayangkan terjadinya sikap pemukulan yang dilakukan oleh pihak rektorat dan Oknum kepolisian terhadap mahasiswa yang menyampaikan aspirasi," tukas mantan Ketua Kesatuam Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Daerah Sumatera Selatan ini.

Dia mengatakan seharusnya hal tersebut tidak perlu terjadi. "Kan bisa dilakukan dengan duduk bersama, dalam proses berdemokrasi," terangnya.

Menurutnya, sekarang ini menyelesaikan berbagai persoalan yang terjadi haruslah dengan kepala dingin, duduk bersama, apalagi persoalan kampus. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumsel ini juga menyatakan bahwa tidak satupun Undang-Undang di republik ini membenarkan sikap main hakim sendiri.

Videonya ada ditautan ini:

Namun peristiwa Tersebut saat ini telah dilakukan tindakan secara Hukum, Kompas.com (Jum'at, 04/08) melansir bahwa Wakapolres Ogan Ilir Kompol John Lee Jumat (4/8/2017) mengatakan, sebenarnya oknum anggota polisi yang melakukan pemukulan awalnya hendak melindungi mahasiswa yang akan dipukul oleh oknum pihak keamanan kampus tersebut.

“Sebenarnya aksi berlangsung damai, namun situasi berubah setelah ada pemecahan kaca. Anggota kita langsung melindungi adik-adik kita mahasiswa yang mau dipukul oleh oknum sekuriti, namun dalam perjalanan itu ada sedikit insiden oleh anggota namun sudah kita proses,” kata John Lee.

Menurut dia, saat ini anggotanya sudah diproses atas perintah pimpinan dan berada di sel propam Polres Ogan Ilir sebelum menjalani sidang displin.(*)

 

 

Sumber: kompas.com/detik.com/Facebook
Editor   : Hendry Noesae

KOMENTAR DISQUS :

Top