Minggu, 05 April 2020 |
Pendidikan & Teknologi

Viral TikTok Skullbreaker Challenge & Ancaman Kominfo

Selasa, 18 Februari 2020 16:26:00 wib
Foto: Kemenkominfo (Ist)

JAMBIDAILY TEKNOLOGI - Viralnya 'skullbreaker challenge' pada aplikasi TikTok menjadi perhatian khusus bagi Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) karena dinilai tantangan itu amat berbahaya dan merugikan orang yang di-prank.

Oleh sebab itu, Kominfo langsung bergerak mengamankan dengan berkoordinasi langsung kepada TikTok Indonesia agar konten 'skullbreaker challenge' tidak masuk didalam platformnya, kalaupun ada harus segera dihapus.

"Kami terus mengecek konten berbau skullbreaker challege di TikTok dari hari Sabtu. Dan itu tidak ada yang berasal dari Indonesia, hanya ada di luar negeri terutama Amerika," ucap Ferdinandus Setu, Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kominfo kepada CNBC Indonesia saat dihubungi, Selasa, (17/2/2020).


Berdasarkan penelusuran Kominfo, justru konten Skullbreaker Challenge yang tersebar kebanyakan dibagikan di luar TikTok alias di platform lain seperti lewat WhatsApp Group atau mungkin Youtube.

Lebih lanjut, Ferdinandus menghimbau kepada masyarakat yang membagikan atau bahkan memviralkan skullbreaker challenge bisa terkena sanksi yang diatur dalam Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) pasal 27 ayat 3.

"Konten itukan sifatnya kekerasan apalagi juga mempermalukan si korban. Ancamannya bisa saja UU ITE pasal 27 ayat 3 jika orang yang dikerjai merasa keberatan," kata Ferdinandus.

Dalam Pasal 27 ayat 3 UU ITE dijelaskan bahwa negara 'melarang setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik.

Selain itu, ia juga mengungkapkan bahwa TikTok wajib mengikuti kebijakan Kominfo dengan terus memantau dan menghapus bila ditemukan konten skullbreaker challenge di Indonesia.

"Kami minta kepada TikTok misalnya ditemukan challenge itu di Indonesia harus segera dihapus. Tentunya sanksi apabila TikTok tidak mengikuti arahan ya bisa kami blokir," tegas Ferdinandus. (roy/roy)/cnbcindonesia.com

KOMENTAR DISQUS :

Top